WARTALENTERA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya terus memperkuat penanganan dampak kekeringan dengan menyalurkan air bersih dan mengerahkan peralatan tanggap darurat di sejumlah wilayah.
Upaya itu dilakukan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari, baik melalui pengoperasian instalasi pengolahan air bergerak maupun penyediaan hidran umum.
Baca juga: Dukung Asta Cita Presiden, Ini 5 Rencana Strategis Infrastruktur
Menteri PU, Dody Hanggodo mengatakan pemenuhan kebutuhan air bersih merupakan bagian penting dari penanganan dampak kekeringan, terutama bagi masyarakat yang mengalami keterbatasan akses air.
“Kami tidak ingin masyarakat harus menunggu sampai kondisi semakin sulit untuk mendapatkan air. Penanganan di lapangan harus cepat, tepat sasaran, dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah,” kata Dody di Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Secara keseluruhan, kata Dody, jumlah bantuan air bersih disalurkan mencapai 127.650 liter yang mencakup Provinsi Kalimantan Barat dan Maluku Utara. Di Kalimantan Barat, Kementerian PU melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Kalimantan Barat mengoperasikan Mobil Instalasi Pengolahan Air (IPA Mobile) untuk memperkuat penyediaan air bersih di wilayah terdampak kekeringan. Hingga 16 Oktober 2026, pengoperasian IPA Mobile di Kabupaten Kubu Raya dan Kabupaten Ketapang telah menghasilkan distribusi air bersih sebanyak 119.650 liter bagi masyarakat.
Baca juga: 20 Ribu Liter Air Untuk Karhutla Kota Tarakan
Dukungan penanganan tersebut diperkuat dengan pengerahan empat unit IPA Mobile dari BPBPK Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan. Bantuan lintas wilayah itu diharapkan meningkatkan kapasitas pengolahan dan distribusi air bersih sekaligus mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Sementara itu, pengoperasian IPA Mobile di Kota Pontianak masih dalam tahap uji coba. Di Kabupaten Kayong Utara, persiapan sumber air baku terus dilakukan untuk mendukung pengoperasian peralatan dan kelancaran penyediaan air bersih.
Penanganan kekeringan juga dilakukan di Maluku Utara. Melalui BPBPK Maluku Utara, Kementerian PU menyalurkan 8 ribu liter air bersih kepada masyarakat Kelurahan Gurabunga, Kota Tidore Kepulauan, pada Kamis (15/10/2026). Bantuan itu ditujukan untuk membantu warga memenuhi kebutuhan domestik di tengah terbatasnya akses air bersih akibat kekeringan.
Baca juga: Jalan Akses Pusat Pemerintahan Papua Selatan Ditargetkan Rampung November 2026
Untuk memudahkan masyarakat memperoleh air, BPBPK Maluku Utara juga menyiagakan empat unit hidran umum di RT 01 hingga RT 04 Kelurahan Gurabunga. Penempatan fasilitas di empat titik tersebut diharapkan dapat mendekatkan layanan air bersih kepada warga sekaligus mendukung pemerataan distribusi di lingkungan permukiman.
Langkah-langkah tersebut merupakan upaya Kementerian PU dalam menjaga ketersediaan air bagi masyarakat, mengoptimalkan infrastruktur sumber daya air, serta mendukung masyarakat dalam menghadapi dampak kekeringan di berbagai wilayah. (vit)
Editor : Vita Kartono