warta lentera great work
spot_img

Krisis Tenaga Profesional di Klinik Hewan, China Buka Jurusan Khusus Hewan Peliharaan

Nilai pasar hewan peliharaan perkotaan di China naik 7,5 persen atau sekitar USD41,7 miliar pada 2024.

WARTALENTERA-Kekurangan tenaga profesional di klinik hewan, China segera buka jurusan khusus. Jurusan khusus hewan peliharaan itu akan tersedia di China Agricultural University (Universitas Pertanian China), Beijing, mulai September 2025.

Jadi, buat kamu pecinta hewan peliharaan, bisa menjajal jurusan baru di kampus tersebut dalam waktu dekat. Langkah besar mereka itu diambil, untuk menjawab lonjakan kebutuhan industri hewan peliharaan, belakangan ini.

Jurusan baru dalam bidang ilmu hewan peliharaan ini akan menerima 50 mahasiswa angkatan pertama dan menawarkan gelar sarjana selama empat tahun. Berbeda dengan program ilmu hewan konvensional yang berfokus pada ternak seperti sapi dan ayam, program ini didesain untuk mengkaji hewan peliharaan seperti anjing, kucing, dan kuda.

“Hewan peliharaan adalah makhluk yang hidup berdampingan dengan manusia, mampu menjalin komunikasi emosional, dan membawa kebahagiaan dalam kehidupan mereka,” ujar Liu Guoshi, Wakil Dekan Fakultas Ilmu Hewan di kampus itu, melansir CCTV, Kamis (26/6/2025).

Mahasiswa akan mempelajari berbagai aspek seperti nutrisi, reproduksi, perilaku, kesejahteraan, serta manajemen kesehatan hewan peliharaan, dengan pendekatan praktis untuk memenuhi kebutuhan industri yang berkembang cepat. Selama tahun pertama, mahasiswa akan belajar di kampus utama di Beijing, lalu melanjutkan studi tiga tahun berikutnya di lembaga penelitian di Yantai, Provinsi Shandong.

Peluncuran program ini mendapat sambutan luas dari warganet Tiongkok. Banyak yang menyambut antusias dan menyatakan keinginan untuk mendaftar ulang ke universitas hanya demi mengikuti jurusan tersebut.

Seorang pengguna Xiaohongshu dengan nama akun “pelindung kucing” bahkan bertanya, apakah mahasiswa pascasarjana dari jurusan lain diterima? Industri hewan peliharaan di China memang mengalami pertumbuhan pesat dalam beberapa tahun terakhir, didorong oleh generasi muda urban dan kelas menengah yang rela mengalokasikan anggaran besar untuk hewan kesayangan mereka.

Menurut laporan Petdata, nilai pasar hewan peliharaan perkotaan China naik 7,5 persen menjadi 300,2 miliar yuan (sekitar USD41,7 miliar) pada 2024. Kecintaan pada hewan peliharaan juga tercermin dalam perluasan layanan publik, seperti kebijakan operator kereta api yang kini memperbolehkan hewan peliharaan naik kereta cepat.

Namun, lonjakan ini belum diimbangi dengan tenaga kerja profesional yang memadai. Melansir Xinhua, Kamis (26/6/2025), terdapat sekitar 500.000 bisnis terkait hewan peliharaan di Tiongkok, tetapi sektor ini menghadapi kekurangan tenaga kerja akut, termasuk dalam bidang kedokteran hewan.

Dari lebih dari 30.000 rumah sakit hewan peliharaan, hanya tersedia sekitar 40.000 dokter hewan bersertifikat, atau rata-rata satu dokter per klinik. “Kekurangan tenaga profesional terampil merupakan hambatan utama dalam perkembangan industri ini,” kata Wakil Ketua Asosiasi Industri Hewan Peliharaan Tiongkok Yan Jinsheng.

Hal serupa disampaikan oleh Liu, yang menyebut bahwa permintaan tenaga ahli pada berbagai sektor seperti lembaga akademik, klinik, badan regulasi, dan asosiasi industri meningkat drastis. “Industri hewan peliharaan kini menjadi titik pertumbuhan baru bagi dunia peternakan,” ujarnya.

Dengan peluncuran jurusan ini, China berharap bisa menghasilkan lulusan profesional yang siap memenuhi kebutuhan pasar, sekaligus menjawab tantangan sumber daya manusia dalam industri bernilai miliaran yuan ini. (sic)

 

 

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular