WARTALENTERA-RI dan Malaysia sepakat soal Blok Ambalat, yang akan dikelola bersama dengan skema kerja sama Joint Development. Hal itu disampaikan Presiden RI Prabowo Subianto usai melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Malaysia Dato’ Seri Anwar Ibrahim di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (27/6/2025).
“Kita sepakat hal-hal yang masalah perbatasan yang mungkin memerlukan waktu lagi untuk menyelesaikan secara teknis. Tapi prinsipnya kita sepakat untuk mencari penyelesaian yang menguntungkan kedua pihak,” kata Prabowo dalam sambutannya, dikutip Sabtu (28/6/2025).
Prabowo juga yakin, kedua negara bisa menyelesaikan masalah-masalah hukum dan teknis terkait pengelolaan bersama itu. “Kita sepakat bahwa sambil kita saling menyelesaikan masalah-masalah hukum, kita sudah ingin mulai dengan kerjasama ekonomi yang kita sebut joint development,” sambungnya.
Prabowo menerangkan, maksud dari joint development sebagai eksploitasi bersama-sama yang dilakukan kedua negara terhadap apa saja yang ada di kawasan perairan Ambalat. “Apapun yang kita ketemu di laut itu kita akan bersama-sama mengeksploitasinya. Jadi kita sepakat bahwa kita ini harus bekerja untuk kepentingan bangsa dan rakyat kita masing-masing,” imbuhnya.
Ia menambahkan, kesepakatan ini mencerminkan pendekatan progresif kedua negara untuk tidak hanya menyelesaikan persoalan hukum secara bertahap, tetapi juga memanfaatkan potensi ekonomi di wilayah yang menjadi perhatian bersama. (sic)


