WARTALENTERA-Dianggap lebih strategis dari Kertajati, Bandara Husein Sastranegara didorong dibuka kembali untuk penerbangan reguler. Pasalnya, Wali Kota Bandung M Farhan menilai, keberadaan bandar udara ini lebih strategis ketimbang Bandara Kertajati.
Sejak Bandara Husein Sastranegara ditutup dan semua penerbangan dialihkan ke Bandara Kertajati, M Farhan mengaku kehilangan wisatawan empat juta per tahun. Ia menyatakan, bahwa pengaktifan kembali bandara tersebut merupakan langkah strategis untuk menghidupkan kembali sektor pariwisata dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“Kalau Husein dibuka, pariwisata Bandung akan bergerak lagi. Dampaknya bukan cuma untuk Bandung, tapi juga Jawa Barat,” yakinnya.
Ia juga menyoroti ketidakefisienan dalam distribusi nilai ekonomi. Saat Bandara Husein tidak beroperasi, banyak wisatawan memilih mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, lalu melanjutkan perjalanan ke Bandung lewat jalur darat.
Akibatnya, potensi ekonomi yang seharusnya dinikmati Jawa Barat justru mengalir ke DKI Jakarta. “Nyatanya, orang tetap ingin datang ke Bandung. Tapi karena Husein ditutup, mereka mendarat di Jakarta. Untungnya ke siapa? Ke Jakarta, bukan ke Jawa Barat,” tegas Farhan.
Dengan berbagai alasan tersebut, maka Kemenhub (Kementerian Perhubungan) pun tengah mengkaji Bandara Husein Sastranegara dapat dibuka kembali untuk penerbangan pesawat jet guna mencari solusi terhadap keinginan Pemkot Bandung dan Pemprov Jawa Barat.
“Iya ini kita harus koordinasikan, pak wali kota punya permintaan (dibuka) begitu juga pak gubernur ingin Kertajati dihidupkan. Kita akan mencoba lagi menghidupkan dan melihat mana yang lebih efektif,” ucap Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Suntana di IPDN Jatinangor, dikutip Senin (30/6/2025).
Ia menyebut, beban pemerintah daerah untuk mendukung Bandara Kertajati mencapai Rp60 miliar. Karena itu, beban tersebut menjadi bahan pertimbangan dalam kajian terhadap Bandara Husein Sastranegara.
“Nanti kita putuskan mana yang lebih efektif dan efisien,” ulasnya. Suntana mengatakan, akan mengambil langkah yang terbaik untuk masyarakat dan pemerintahan daerah serta mencari solusi yang masuk akal dan mendukung.
Keluhan Bandung kehilangan empat juta wisatawan per tahunnya pun akan menjadi bahan kajian. “Nanti kita akan bicarakan,” kata dia.
Terpisah, General Manager (GM) Angkasa Pura Bandara Husein Sastranegara Indra Crisna Seputra mengatakan, saat ini bandara hanya melayani penerbangan pesawat jenis propeller. Sedangkan penerbangan pesawat jet Airbus dialihkan ke Bandara Kertajati.
“Bandara Husein hanya melayani pesawat propeller dengan rute intra Jawa, Pangandaran Bandung Halim seminggu tiga kali. Juli ada penerbangan Susi Air Yogya Bandung Halim,” rincinya.
Selain itu, pihaknya juga melayani penerbangan militer. Pihaknya menegaskan tidak terdapat kebijakan pemerintah yang menutup Bandara Husein Sastranegara.
Akan tetapi, pemerintah mengatur tipe pesawat dan rute yang berlangsung sampai sekarang. Ia mengakui kebijakan tersebut berdampak kepada penurunan jumlah angka penumpang dari saat masih menerima penerbangan pesawat Airbus.
“Rata-rata di Husein sebelum dipindahkan 2.300 per hari penumpang, tertinggi 4.000. Sekarang kami hanya melayani penumpang raya sehari 5 penumpang saja,” sebutnya. (sic)


