WARTALENTERA-Anak suka berbohong, waspadai tanda gangguan kepribadian serius seperti psikopat. Bahkan menurut studi, gejalanya bisa muncul sejak usia dua tahun.
Meski istilah “psikopat” tidak tercantum secara resmi dalam buku diagnosis kejiwaan, banyak pakar menggunakannya untuk menggambarkan individu dengan kecenderungan tidak berperasaan, manipulatif, dan tidak punya empati. Melansir berbagai sumber, Jumat (18/7/2025), dalam dunia psikiatri, karakteristik ini masuk dalam kategori gangguan kepribadian antisosial (Antisocial Personality Disorder/APD).
Menurut riset, pada 2013, American Psychiatric Association mencatat, sifat tidak berperasaan dan tidak emosional sudah bisa dikenali pada anak usia 12 tahun ke atas sebagai bagian dari indikator APD. Ini adalah kondisi serius yang mencerminkan defisit interpersonal.
Hal ini juga dapat dikaitkan dengan perilaku berbahaya. Tapi studi lain bahkan menyebut tanda-tanda awal bisa muncul jauh lebih dini.
Penelitian dari Universitas Michigan tahun 2016 mengamati perilaku anak usia 2 hingga 4 tahun dan mengidentifikasi lima ciri utama yang perlu diwaspadai:
1. Tidak menunjukkan rasa bersalah setelah melakukan kesalahan.
2. Tidak berubah meski sudah diberi hukuman.
3. Sangat egois dan enggan berbagi.
4. Sering berbohong.
5. Licik dan berniat menyakiti orang lain.
Gejala-gejala ini tidak serta-merta berarti seorang anak adalah psikopat. Namun, ketika tanda-tanda ini muncul terus-menerus, para ahli menyarankan orang tua untuk tidak menyepelekannya.
Saat ditelusuri kembali, di usia 9 tahun, anak-anak yang menunjukkan pola perilaku bermasalah sejak balita cenderung mengalami gangguan yang lebih serius di masa kanak-kanak. Termasuk di antaranya perilaku menyakiti hewan atau tindakan ekstrem lainnya yang sering diasosiasikan dengan psikopati.
Psikopat tidak selalu tampil dalam bentuk penjahat berdarah dingin seperti di film. Penelitian memperkirakan sekitar 1 persen orang dewasa dan 3 persen pemimpin bisnis memiliki kecenderungan psikopat.
Beberapa bahkan berhasil di dunia profesional berkat sifat manipulatif dan ketegasan tinggi. Untuk menilai kecenderungan ini sejak usia remaja, psikolog bisa menggunakan instrumen seperti Youth Psychopathic Traits Inventory (YPI) yang mengukur ciri-ciri seperti:
– Tidak jujur
– Narsisme
– Berbohong
– Manipulatif
– Tidak berperasaan dan tidak emosional
– Tidak punya belas kasih
– Impulsif dan cari sensasi
– Tidak bertanggung jawab
(sic)


