WARTALENTERA – Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan dukacita mendalam atas wafatnya ekonom senior dan tokoh nasional Kwik Kian Gie, yang tutup usia pada Rabu pagi (29/7) dalam usia 90 tahun.
Usai melayat ke rumah duka Sentosa, RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Rabu siang, Prabowo menyebut bahwa kepergian Kwik merupakan kehilangan besar bagi bangsa Indonesia. “Ya, saya datang hanya untuk menghormati, berbelasungkawa. Pak Kwik adalah tokoh bangsa yang sangat berjasa,” ujar Prabowo kepada wartawan.
Menurut Prabowo, pemikiran Kwik Kian Gie selama ini sangat membela dan mempertahankan ekonomi nasional, serta menjadi kekuatan moral bagi perjuangan ekonomi Indonesia. “Bangsa Indonesia sangat kehilangan tokoh luar biasa,” ungkapnya.
Presiden juga mengungkapkan kedekatannya secara pribadi dengan almarhum. Ia mengaku sering mendapat nasihat dan masukan dari Kwik, bahkan beberapa hari sebelum wafat masih sempat mengirim pesan. “Saya merasa dekat sama beliau. Beliau banyak kasih nasihat ke saya. Bahkan beberapa hari lalu pun masih mengirim WA, memberi saran-saran,” kata Prabowo.
“Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya. Saya kira itu yang bisa saya sampaikan. Indonesia kehilangan putra terbaik,” tutup Prabowo.
Kwik Kian Gie merupakan tokoh kelahiran Pati, Jawa Tengah, yang dikenal luas sebagai ekonom nasionalis. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas serta Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid. (kom)


