WARTALENTERA-Kemdiktisaintek dan Kementan kolaborasi, ajak mahasiswa bertani modern berbasis riset. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dengan Kementerian Pertanian bekerja sama dalam program pembibitan yang mencakup bibit kakao, kacang mete, pala, kelapa, gandum, bawang putih, jagung, hingga irigasi.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mendorong keikutsertaan mahasiswa, kampus, industri, petani, dan masyarakat umum dalam upaya riset bersama ini. “Ini sesuai dengan program kami, ‘Mahasiswa Berdampak’. Pembibitan dan irigasi bisa dimaksimalkan melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik, serta mahasiswa yang aktif berorganisasi di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM),” ungkapnya dalam keterangan pers, Jumat (1/8/2025).
Dalam skema ini, Menteri Brian menyarankan adanya pendampingan oleh dosen sesuai bidangnya, serta pelibatan industri dan konsultan agar senantiasa menjamin akuntabilitas dan mutu program. Ia menyebut beberapa kampus telah memetakan lahan di sekitar wilayahnya, dan kini direncanakan konsolidasi data tersebut untuk memastikan kesesuaian lokasi penanaman, terutama untuk komoditas yang memerlukan lahan spesifik.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menyatakan pemetaan agroklimat nasional juga merupakan fokus strategis yang perlu dikolaborasikan. “Akurasi dan transparansi dalam pemetaan dan pemilihan bibit sangat penting untuk keberlanjutan program,” ujar Menteri Amran.
Melalui potensi sinergi ini, diharapkan program pembibitan dan irigasi dapat berhasil secara teknis serta membuka ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa dan masyarakat. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi langkah konkret menuju pertanian berkelanjutan, melibatkan generasi muda dan berbasis riset. (sic)


