WARTALENTERA – Harga emas terus melonjak dan diprediksi bisa tembus hingga Rp3 juta per gram. Per hari ini, harga emas PT Aneka Tambang Tbk atau Antam naik hingga Rp 72.000 per gram.
Mengutip laman Logam Mulia, Selasa (21/10/2025) lonjakan itu membuat harga emas Antam hari ini berada di level Rp2.487.000 per gram, yang merupakan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH).
Adapun rekor tertinggi emas Antam sebelumnya dicapai pada perdagangan Jumat (17/10/2025) yakni Rp 2.485.000 per gram.
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi menyebut harga emas akan terus meningkat.
Menurutnya tensi geopolitik, perang dagang, hingga kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat menjadi biang kerok melonjaknya nilai logam mulia ini.
“Bank sentral AS akan menurunkan suku bunga di bulan November-Oktober kan, perang dagang juga masih berkecamuk, geopolitik di Timur Tengah dan Eropa masih berkecamuk,” kata Ibrahim.
Ia memperkirakan harga emas global bisa mencapai USD4.500 per troy ons hingga akhir tahun ini. Kemudian untuk harga emas di Indonesia yang secara umum mengikuti harga global akan ikut naik di atas Rp 3.000.000 per gram.
“Kalau saya per hari ini, kalau untuk emas sendiri, saya masih optimis kemungkinan besar di US$ 4.500 per troy ons. Kalau untuk emas dunia, ini emas dunia dulu ya,” ucap Ibrahim.
“Kalau seandainya mencapai angka ini, ya kemungkinan besar itu di atas Rp3.000.000 per gram. Mungkin Rp3.150.000 per gram itu sampai akhir tahun,” sambungnya.
Karena kenaikan nilai yang sangat tinggi dalam beberapa waktu terakhir, Ibrahim mengatakan modal untuk bisa investasi emas kini menjadi semakin mahal. Belum lagi dengan stok emas yang saat ini disebut-sebut sedang sangat langka.
Belum lagi dalam perdagangan emas di Indonesia, nilai logam mulia tersebut ikut terkerek imbas pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar. Ditambah harga emas dunia yang terus naik seperti sekarang ini, membuat harga emas domestik bisa sangat tinggi.
“Jadi angkanya di atas Rp3.000.000 per gram. Karena saya belum tahu rupiah-nya berapa kan. Karena hari ini rupiah melemah, tadi dibuka menguat 6 poin, sekarang sudah 17 poin melemah,” terangnya.
Analis mata uang dan komoditas Doo Financial Futures Lukman Leong juga menyampaikan ramalan yang sama. Ia memprediksi harga logam mulia satu ini dapat menembus level USD4.400-4.600 per troy ons, yang mana artinya harga emas di Indonesia diramal dapat tembus Rp3.000.000 per gram akhir tahun ini.
Hal ini dikarenakan permintaan emas global masih sangat tinggi, di luar spekulasi imbas perang dagang dan tensi geopolitik serta faktor lainnya.
“Yang bisa dipastikan sih permintaan pasti sangat kuat. Mungkin terutama dari bank sentral ya, paling tidak 3 hingga 5 tahun ke depan itu masih akan sangat kuat,” kata Lukman.
“Akhir tahun ini saya kira memang aksesnya sudah agak terbatas karena kenaikan tahun ini sudah sangat cukup besar, walaupun tetap saja harga emasnya bisa terus mengejutkan,” tambahnya.
Silver dan paladium mulai “dilirik”
Karena harga emas yang kian tinggi, logam mulia perak disebut-sebut dapat menjadi alternatif atau pilihan investasi logam mulia yang jauh lebih murah. Sebab sama seperti emas, perak merupakan logam mulia yang jauh lebih murah namun juga memiliki fungsi lindung nilai aset, meski tak sebaik emas.
Kendati demikian, bagi masyarakat yang berminat, disarankan untuk investasi perak dalam bentuk perhiasan, bukan batangan. Sebab spekulasi kenaikan logam mulia satu ini sangat kecil, terlebih jika dibandingkan dengan emas, membuat komoditas ini akan sangat lama untuk bisa memberikan keuntungan finansial.
“Karena silver itu adalah barang nomor dua setelah logam mulia. Kemudian yang kedua, mana ada bank sentral global mau beli batangan silver untuk cedangan devisanya. Nggak ada kan, mereka akan fokus adalah di emas. Karena silver di negara-negara kayak bank sentral Amerika ini kan belum bisa menjamin. Saya pinjam uang di bank dengan jaminan silver belum ada,” tutur Ibrahim Assuaibi.
Di sisi lain, harga perak belakangan ini tercatat ikut melesat imbas kenaikan harga emas. Begitu juga sebaliknya, saat harga emas turun maka harga perak dan paladium juga akan mengikuti.
Dijelaskan, lLogam mulia turunannya ada dua: silver dan palladium (emas putih).
“Jadi kalau orang bilang saya mau menggunakan emas putih, itu berarti dari paladium. Nah, pada saat harga emas turun, harga silver pasti turun, harga paladium pasti turun,” ucap Ibrahim lagi. (inx)


