WARTALENTERA – Longsornya TPST Bantargebang beberapa waktu yang lalu memberikan ‘PR’ besar bagi Pemprov DKI Jakarta. Kini mereka harus memikirkan solusi mengatasi over kapasitas sampah yang sudah menggunung.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengusulkan tiga lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) ke Menteri Lingkungan Hidup, yakni di Bantargebang, Rorotan dan Sunter. “Kalau itu bisa dilakukan, masing-masing di Bantargebang kurang lebih 3.000 ton per hari, 2.000 sampah baru, 1.000 adalah sampah lama yang diambil dari Bantargebang,” kata Pramono di Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Untuk di Rorotan itu 2.000 ton per hari yang semuanya adalah sampah baru. “Sedangkan untuk di Sunter, ITF Sunter, kurang lebih 2.500 semuanya adalah sampah baru,” kata Pramono. Apabila PLTSa dan “Refuse Derived Fuel” (RDF) di Rorotan sudah beroperasi, kata Pramono, maka sekitar 6.500 hingga 7.000 ton sampah dapat tertampung.
Dia melanjutkan, nanti Bantargebang akan dikurangi sebanyak 1.000 ton sampah setiap harinya. “Saya yakin ini akan juga mengurangi volume yang ada di Bantargebang. Itu yang akan kami lakukan,” kata Pramono.
Kemarin, Kamis (12/3/2026) Pramono menghadiri Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) terkait penanganan sampah perkotaan melalui Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Pramono membagikan momen tersebut melalui akun Instagram pribadinya @pramonoanungw.
“Dengan kapasitas TPST Bantargebang yang semakin terbatas, Pemerintah Jakarta mengkaji transformasi sistem pengolahan sampah, dari pendekatan ‘landfill’ menuju ‘waste to energy’,” tulis Pramono dalam kolom keterangannya.
Dengan Rakortas tersebut, dia berharap dapat mengurangi ketergantungan pada “landfill” (Tempat Pemrosesan Akhir/TPA), meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan, serta mendukung target nasional pengelolaan sampah yang berkelanjutan. “Mohon doanya agar sinergi kami berjalan lancar dan bisa membawa perubahan baik untuk pengelolaan sampah di Jakarta,” pungkasnya. (vit)


