warta lentera great work
spot_img

Pemerintah Pastikan Kualitas Sekolah Rakyat Tahap II Tetap Terjaga

Beberapa lokasi dengan progres fisik tertinggi antara lain Sekolah Rakyat di Kabupaten Sragen, Semarang, Bengkulu, Ogan Komering Ilir (OKI), dan Medan.

WARTALENTERA – Pemerintah memastikan kualitas bangunan Sekolah Rakyat Tahap II tetap terjaga. Saat ini progres pembangunan mencapai 59 persen.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pembangunan 93 lokasi Sekolah Rakyat Tahap II di berbagai daerah di Indonesia dengan target penyelesaian pada 20 Juni 2026. Tercatat hingga 20 Mei 2026, progres fisik pembangunan secara rata-rata telah mencapai 58 persen sebagai bagian dari upaya mendukung dimulainya tahun ajaran baru pada Juli 2026.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan percepatan pembangunan Sekolah Rakyat tidak boleh mengorbankan kualitas bangunan. Menurut Dody, Sekolah Rakyat merupakan program strategis Presiden Prabowo Subianto untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem melalui peningkatan akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat.

“Paling penting, kualitas bukan sesuatu yang boleh dikorbankan. Saya paling anti mengorbankan kualitas, apapun yang terjadi, bangunan Sekolah Rakyat ini harus bertahan lama,” kata Dody di Jakarta, Jumat (22/5/2026).

Kementerian PU memastikan seluruh proses pembangunan tetap mengedepankan standar mutu konstruksi meskipun waktu pelaksanaan relatif singkat. Pengawasan kualitas dilakukan secara ketat mulai dari pemilihan material, metode konstruksi, hingga pelaksanaan di lapangan agar bangunan aman, nyaman, dan berkelanjutan untuk jangka panjang. “Kalau melihat progres strategis saat ini rata-rata 59 persen dari 93 Sekolah Rakyat bisa selesai,” tutur Dody.

Dody menambahkan beberapa lokasi dengan progres fisik tertinggi antara lain Sekolah Rakyat di Kabupaten Sragen, Semarang, Bengkulu, Ogan Komering Ilir (OKI), dan Medan. Sementara beberapa lokasi yang progresnya masih perlu dipercepat di antaranya Singkawang, Cilacap, Maluku Utara, Brebes, dan Dharmasraya.

Sebagai bagian dari upaya percepatan, Kementerian PU membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan yang melibatkan Direktorat Jenderal Cipta Karya, Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, serta seluruh pihak terkait dalam pelaksanaan pembangunan. Kementerian PU juga meminta seluruh penyedia jasa konstruksi dan BUMN pelaksana memastikan langkah percepatan berjalan optimal di setiap lokasi pembangunan.

Berbagai strategi percepatan diterapkan di lapangan antara lain pengerjaan seluruh bangunan secara paralel, penambahan jumlah tenaga kerja sesuai kebutuhan, kerja lembur, percepatan mobilisasi material, serta penambahan alat konstruksi seperti crane, alat pancang, excavator, dan mobile batching plant.

Selain itu, diterapkan penyesuaian metode konstruksi guna mempercepat proses pembangunan, di antaranya penggunaan struktur baja pada beberapa bagian bangunan, penggunaan metal deck dan wire mesh, serta penerapan teknologi hollow core slab pada plat lantai.

Sekolah Rakyat Tahap II dibangun secara permanen di atas lahan seluas 5–10 hektare yang disiapkan pemerintah daerah. Setiap kawasan dirancang sebagai pusat pendidikan terpadu jenjang SD, SMP, dan SMA yang dilengkapi ruang kelas berbasis teknologi, laboratorium keterampilan, perpustakaan, pusat pembelajaran digital, asrama siswa dan guru, serta berbagai fasilitas penunjang seperti kantin sehat, klinik, lapangan olahraga, ruang ekstrakurikuler, dan ruang terbuka hijau. (vit)

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular