WARTALENTERA – New Development Bank (NDB) diharapkan bisa berkolaborasi dengan Danantara. Penjajakan ditempuh ketika Presiden Prabowo Subianto resmi menerima tawaran bergabung dengan NDB
Harapan tersebut diungkapkan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dalam akun Instagram @smindrawati, Rabu (26/3/2025). “Selain mempertimbangkan dan mendapatkan kajian teknis dari Kementerian Keuangan, NDB juga diharapkan dapat berkolaborasi bersama institusi pembangunan Indonesia seperti Danantara,” katanya.
Ini juga sejalan dengan kedatangan Presiden NDB Dilma Vana Rousseff ke Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (25/3/2025).
New Development Bank adalah Bank Pembangunan yang di didirikan oleh negara BRICS, yakni Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Bank yang didirikan pada 2014 itu mengantongi komitmen modal awal USD100 miliar.
Prabowo menjelaskan kepada Dilma terkait program hilirisasi Indonesia. Menurutnya, upaya ini bisa menciptakan nilai tambah strategis bagi perekonomian dibawah pengelolaan Danantara.
“Konsolidasi BUMN yang akan dikelola secara transparan (oleh Danantara) dengan tata kelola baik dan efektif untuk menciptakan transformasi ekonomi Indonesia,” kata Sri Mulyani.
“Presiden Dilma menjelaskan NDB menghargai dan memuji kepemimpinan Presiden Prabowo yang memiliki arah kebijakan pembangunan yang bertumpu pada penguatan fondasi nasional bidang pangan (dan) hilirisasi,” ujarnya menambahkan.
Di lain sisi, Presiden Prabowo memaparkan tentang program makan bergizi gratis (MBG). Dilma yang merupakan mantan presiden Brasil itu turut berbagi pengalaman program makan gratis di negaranya, termasuk yang dilakukan India selaku bagian dari BRICS.
Presiden Dilma bahkan diklaim kagum dengan komitmen Indonesia mengembangkan energi baru terbarukan (EBT) melalui biofuel yang sekarang sudah masuk fase B40. Brasil selaku pelopor saat ini justru baru mencapai B14.
Hal senada disampaikan Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani yang juga turut hadir dalam pertemuan tersebut. Ia mengatakan NDB punya visi yang selaras dengan Indonesia.
“Dalam investasi strategis mencakup pengembangan infrastruktur, logistik, transportasi, serta penguatan konektivitas digital, dan percepatan transisi energi,” ucapnya dalam unggahan Instagram @rosanroeslani.
“Kami juga membahas potensi kolaborasi antara NDB dan Indonesia dalam mendukung pembiayaan proyek energi terbarukan serta pengembangan infrastruktur yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi,” terangnya.
Daya Anagata Nusantara alias Danantara adalah badan investasi baru bentukan Presiden Prabowo Subianto. Badan yang berstatus sovereign wealth fund (SWF) itu akan mengelola aset-aset BUMN senilai USD900 miliar atau Rp14.665 triliun (kurs Rp16.300 per dolar AS).
Danantara resmi diluncurkan pada 24 Februari 2025, dengan tiga sosok sentral: CEO Rosan Roeslani, Chief Investment Officer (CIO) Pandu Sjahrir, dan Chief Operating Officer (COO) Dony Oskaria.
Sementara, susunan lengkap pengurus inti lainnya diumumkan pada 24 Maret 2025, termasuk Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden ke-7 Joko Widodo yang masuk dalam jajaran Dewan Pengarah.
Sementara itu, Menkeu Sri Mulyani masuk ke dalam jajaran Dewan Pengawas Danantara yang diketuai Menteri BUMN Erick Thohir. (*)


