WARTALENTERA-Indonesia gandeng negara ASEAN lainnya untuk menjawab keputusan kenaikan tarif impor AS. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, Indonesia dan negara-negara ASEAN akan kompak menempuh jalur diplomasi, alih-alih mengambil tindakan balasan (retaliasi) terhadap AS, seperti China, Uni Eropa, dan Kanada.
“ASEAN akan mengutamakan negosiasi. Jadi ASEAN tidak mengambil langkah retaliasi,” tegas Airlangga usai menggelar pertemuan bersama lebih dari 100 asosiasi pengusaha Tanah Air yang terdampak tarif impor baru AS, di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (7/4/2025).
Ia menyebut, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan agar proses negosiasi terkati tarif impor yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump dapat segera dilakukan setelah pertemuan dengan pengusaha dilakukan. “Tentu hari ini kami selalu berkomunikasi dengan Bapak Presiden Prabowo sejak minggu lalu saat diumumkan oleh Donald Trump. Kemudian sehari sebelumnya, saya bertemu dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dan sudah berkomunikasi,” rincinya.
Selain itu, Airlangga menuturkan, Indonesia juga telah menjalin komunikasi bersama pemimpin Singapura, Kamboja, dan negara-negara Asia Tenggara lainnya untuk menyamakan sikap bersama ASEAN. Setelahnya, Pemerintah Indonesia bersama pemimpin atau perwakilan perdagangan negara-negara ASEAN akan bertemu pada 10 April untuk membahas lebih lanjut mengenai tarif Trump ini.
“Pemimpin atau menteri perdagangan (negara-negara ASEAN) akan bertemu 10 April. Mungkin kita akan hadir di sana,” imbuhnya.
Airlangga menambahkan, diplomat Indonesia juga telah menjalin komunikasi dengan US Trade Representative (USTR). Saat ini, USTR tengah menunggu proposal konkret dari Indonesia.
“Vietnam sudah menurunkan semua tarifnya ke 0%. Kemudian Malaysia juga akan mengambil jalur negosiasi. Demikian pula Kamboja dan Thailand. Kita mengambil jalur yang sama. Kita akan mengambil jalur negosiasi,” tegasnya.
Termasuk, lanjutnya, jalur diplomasinya juga akan samakan. “Yaitu, melalui mekanisme Trade and Investment Framework Agreement (TIFA),” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Presiden AS Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif baru untuk semua impor ke AS pada Rabu (2/4/2025) waktu setempat atau Kamis (3/4/2025) pagi waktu Indonesia. Termasuk daftar tarif timbal balik kepada 180 lebih negara dan wilayah.
Indonesia masuk daftar tersebut dan AS menetapkan tarif timbal balik dari Presiden AS Donald Trump sebesar 32%. (sic)


