warta lentera great work
spot_img

Jokowi Laporkan Penuding Ijazah Palsu ke Polda Metro

WARTALENTERA–Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), secara langsung mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya pada Rabu pagi (30/4/2025) sekitar pukul 09.50 WIB. Kehadiran Jokowi dikonfirmasi berkaitan dengan polemik yang kembali mencuat soal tudingan ijazah palsu yang dialamatkan kepadanya.

Presiden Jokowi berada di dalam ruang SPKT Polda Metro Jaya selama kurang lebih 24 menit, dan keluar sekitar pukul 10.14 WIB. Ia tidak memberikan pernyataan kepada media dan hanya melambaikan tangan kepada para wartawan yang menunggunya.

Sementara itu, kuasa hukum Jokowi, Yakup Hasibuan, mengonfirmasi bahwa kehadiran Jokowi di SPKT bertujuan untuk membuat laporan atas kasus tudingan ijazah palsu tersebut. “Rencananya seperti itu,” ujar Yakup saat dikonfirmasi sebelumnya pada Rabu pagi.

Yakup membenarkan bahwa laporan yang diajukan berkaitan dengan tudingan terhadap keaslian ijazah Jokowi. “Betul (soal ijazah),” ucapnya singkat tanpa merinci detail materi laporan.

Latar Belakang Polemik Ijazah Jokowi

Isu terkait dugaan ijazah palsu Presiden Jokowi bukan hal baru, namun kembali mencuat dalam beberapa bulan terakhir. Sejumlah pihak kembali menggugat keabsahan ijazah Jokowi, yang diketahui merupakan lulusan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.

Polemik ini bahkan memicu aksi dari sekelompok massa yang mendatangi kediaman mantan Wali Kota Solo itu untuk menuntut pembuktian keaslian dokumen akademik miliknya.

Pengadilan Negeri (PN) Surakarta pun menggelar sidang gugatan terkait dugaan penggunaan ijazah palsu oleh Presiden Jokowi. Meski sudah berulang kali dibantah oleh UGM dan pihak terkait, isu ini tetap digulirkan oleh pihak-pihak tertentu hingga akhirnya dilaporkan secara resmi oleh Jokowi sendiri ke pihak kepolisian.

Universitas Gadjah Mada sebelumnya telah menyatakan secara tegas bahwa Joko Widodo benar-benar tercatat sebagai mahasiswa dan lulus dari Fakultas Kehutanan pada tahun 1985. Pernyataan tersebut juga diperkuat dengan dokumen resmi dan catatan akademik kampus.

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular