warta lentera great work
spot_img

Indonesia Buka Peluang Investasi Asing Lewat Jalur Kemaritiman

Indonesia Maritime Week 2025 bakal digelar selama sepekan dan diharapkan membawa kemajuan investasi di bidang kemaritiman Indonesia.

WARTALENTERA – Pemerintah Indonesia bersama dengan stakeholder industri perkapalan dan maritim bakal berkumpul dan saling membuka peluang investasi di ajang pameran internasional, Indonesia Maritime Week 2025.

Ajang itu diharapkan dapat membuka peluang investasi di sektor industri maritim baik dari sisi pelayaran, pelabuhan dan kargo.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Capt. Antoni Arif Priadi mengatakan ajang yang diselenggarakan untuk pertama kalinya itu diharapkan bisa menjadi sarana untuk mempromosikan Indonesia sebagai anggota International Maritime Organization (IMO).

“Kita berharap banyak investasi yang akan masuk ke Indonesia, baik dari sisi shipping-nya, dari sisi pelabuhannya, dan dari sisi kargonya. Kita juga ingin menarik investasi dari asing, dari luar negeri yang berkaitan dengan shipping, sehingga itu akan membuat shipping kita semakin kuat,” jelas Antoni di Jakarta, Rabu (30/4/2025).

Lebih jauh dijelaskan, kegiatan tersebut akan menjadi platform strategis untuk menampilkan dan memajukan industri maritim nasional di panggung global. Dengan sektor maritim Indonesia diharapkan dapat menyumbang 7 persen terhadap PDB nasional, dan memiliki potensi besar untuk mendorong kemajuan industri maritim ASEAN.

Ajang ini juga dihubungkan dengan ambisi Indonesia untuk merajai Asia di bidang kemaritiman secara global. Asia berada di pusat perdagangan global, menangani lebih dari 50 persen perdagangan laut dunia dan menjadi rumah bagi beberapa pelabuhan tersibuk di dunia. “Potensi yang sangat besar, kawasan kita memiliki posisi yang unik untuk mendorong inovasi dalam konektivitas maritim, transformasi digital, dan keberlanjutan menuju masa depan industri yang lebih cerdas, hijau, dan tangguh,” harap Antoni.

Indonesia Maritime Week 2025 akan berlangsung di Jakarta pada tanggal 26-28 Mei 2025, dan akan mempertemukan para pemimpin industri maritim, tokoh bisnis berpengaruh, pembuat kebijakan, serta inovator dari seluruh Asia.

Antoni juga mengungkapkan stakeholder dan pelaku kemaritiman Indonesia akan mengambil wawasan dari pusat-pusat maritim terkemuka seperti Singapura, Amerika Serikat, dan lainnya. “Kita akan membahas strategi untuk meningkatkan infrastruktur pelabuhan, integrasi digital, dan praktik berkelanjutan,” jelasnya. Itu merupakan tindak lanjut dari pertemuan ketua Kadin Amerika Serikat beberapa waktu lalu yang membahas akses kemudahan pelayaran dari Indonesia timur menuju Los Angeles.

“Mumpung semua pemain-pemain ship owner dari Asia berkumpul di Indonesia. Ke depan kita akan regular lakukan itu, mungkin tahun depan kita lakukan lagi di tempat yang berbeda,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Indonesian National Shipowners Association (INSA), Carmelita Hartoto menambahkan, pameran itu tidak hanya menguntungkan Indonesia dalam mengekspos industri maritim, tetapi juga mendukung kepentingan dari negara lain untuk mempelajari terkait regulasi yang ada di Indonesia. “Sehingga kalau mereka (perusahaan kapal asing) ingin bekerja sama dengan perusahaan lokal, mereka sudah cukup mempelajari regulasi yang ada di Indonesia,” tutur Carmelita.

Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan lembaga keuangan, Indonesia Maritime Week 2025 diharapkan menjadi tonggak kebangkitan sektor kemaritiman Indonesia yang lebih kompetitif dan terbuka terhadap dunia internasional. (vit)

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular