warta lentera great work
spot_img

Konsumsi Berlebih Minuman-Minuman Ini, Tingkatkan Risiko Stroke

Berikut analisis para dokter berdasarkan studi kasus Interstroke internasional.

WARTALENTERA-Konsumsi berlebih minuman ini, ternyata bisa meningkatkan risiko stroke, baik pada pria maupun wanita. Tim peneliti melaporkan, bahwa mengonsumsi minuman berkarbonasi atau soda, jus buah dan minuman buah, serta kopi lebih dari empat cangkir sehari, bisa meningkatkan risiko stroke atau Intracerebral hematom (ICH) secara signifikan.

Melansir Medical News Today, Rabu (7/5/2025), data yang menjadi dasar analisis tersebut adalah studi kasus Interstroke internasional yang hasilnya pertama kali dipublikasikan pada 2016. Studi tersebut melibatkan 26.950 individu dari 32 negara.

Analisis data Interstroke saat ini dilakukan secara kolaboratif oleh para peneliti di McMaster University di Ontario, Kanada, dan University of Galway di Irlandia. Risiko yang terkait dengan minuman tersebut bervariasi sampai batas tertentu tergantung pada lokasi geografis dan populasi dalam analisis baru.

Berikut analisis soal tiga minuman yang bisa memicu risiko stroke:

1. Minuman berkarbonasi, baik yang mengandung gula asli maupun pemanis buatan, seperti soda, dikaitkan dengan peningkatan terkena stroke pertama atau ICH hingga 22 persen. Hubungan ini paling kuat terlihat di Afrika, Eropa Timur dan Tengah, Timur Tengah, dan Amerika Selatan.

2. Jus buah dan minuman buah meningkatkan risiko ICH (pendarahan jaringan otak) hingga 37 persen, wanita memiliki risiko lebih tinggi daripada pria. Dua minuman buah sehari melipatgandakan risiko ini. Para peneliti menduga hal ini mungkin disebabkan oleh gula dan bahan lain yang ditambahkan ke minuman berbahan buah yang mengalahkan khasiatnya yang menyehatkan.

3. Minum lebih dari empat cangkir kopi per hari meningkatkan kemungkinan terkena stroke pertama hingga 37 persen.

Ahli bedah vaskular bersertifikat yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut, Christopher Yi menjelaskan, bahwa masalah dari minuman bersoda adalah karena dimaniskan dengan gula. “Kandungan gula yang tinggi dalam minuman berkarbonasi dapat menyebabkan obesitas, diabetes, dan hipertensi, yang semuanya merupakan faktor risiko utama untuk stroke iskemik dan ICH,” kata Yi.

Pun demikian, lanjutnya, dengan aditif gula pada minuman buah dapat menyebabkan lonjakan cepat kadar gula darah dan insulin, yang dapat memicu peradangan dan disfungsi endotel. “Sehingga meningkatkan risiko ICH,” lanjutnya.

Efek teh terhadap stroke

Sementara itu, dalam analisis terbaru, teh dilaporkan memiliki efek perlindungan terhadap stroke di Amerika Selatan dan China. Namun temuan itu berbanding terbalik di mana teh dikaitkan dengan risiko stroke yang lebih tinggi di Asia Selatan.

Para peneliti juga menemukan bahwa minum lebih dari tujuh cangkir teh per hari mengurangi risiko stroke hingga 18 persen. Jadi, bijaklah dalam mengonsumsi minuman sehari-hari Anda. (sic)

 

 

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular