warta lentera great work
spot_img

Gatal hingga Sesak Napas, Ciri Khas Orang dengan Alergi

Cara terbaik mengurangi efek alergi adalah dengan menghindari zat atau makanan penyebab alergen.

WARTALENTERA-Alergi biasanya ditandai dengan ruam, gatal, sesak napas, dan mata merah, dan masih banyak lagi. Lalu apakah alergi itu bisa disembuhkan?

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan alergi dan imunologi dr Sukamto Koesno, SpPD-KAI menjelaskan, umumnya alergi pada seseorang disebabkan oleh bakat atau genetik dari pasien. Ia menilai, menghindari faktor risiko alergi masih menjadi cara untuk mencegah munculnya reaksi alergi.

“Jadi misalnya, kalau makan udang kan nggak masalah, tapi karena dia ada bakat alergi, protein udang tadi dianggap sebagai ‘musuh’ kemudian tubuh merespon lain dengan munculnya gejala alergi,” kata dr Sukamto dalam sebuah kesempatan seminar kesehatan di Jakarta, dikutip Rabu (14/5/2025).

“Cara mencegah ya tentunya hanya dengan menghindari, menghindari makanan atau zat-zat yang dapat menyebabkan alergi,” imbuhnya. Reaksi alergi itu dapat muncul dan hilang apabila ada pencetusnya.

Dalam penjelasannya disebutkan, jika dalam beberapa kasus alergi dapat disembuhkan dengan cara desensitisasi atau memberikan alergen secara sedikit demi sedikit pada pasien. Meski begitu, cara tersebut, kata dia, tidak dapat dilakukan pada semua jenis alergi.

Oleh karena itu, pemeriksaan oleh dokter terlebih dahulu sangat diperlukan. “Itu harus dihitung dosisnya, kemudian jenis penyakitnya, terus usianya, jadi kita bisa memberikan alergen itu sedikit-sedikit. Tetapi itu perlu tenaga ahli, kemudian harus ditetapkan karena ada beberapa penyakit alergi tertentu yang tidak bisa dilakukan desensitisasi. Jadi harus dilakukan pemeriksaan lebih dalam dulu,” imbaunya.

Melansir laman resmi UGM, Rabu (14/5/2025), dr. Deshinta Putri Mulya, M.Sc, Sp.PD-KAI, FINASIM yang juga seorang Konsultan Alergi Imunologi RS JIH Yogyakarta, penyebab alergi atau alergen di sekitar kita contohnya tungau debu rumah, alergen dari makanan contohnya seafood, telur, serta kacang-kacangan. Sedangkan alergen yang menempel di kulit contohnya logam, lotion, dan sabun.”

“Ciri-ciri alergi yang merupakan reaksi atas alergen yang sering muncul adalah biduran, kemerahan, benjolan berisi air, gangguan saluran napas (batuk, sesak napas, hidung berair), diare, nyeri perut, hingga luka terbakar,” rincinya.

Alergi merupakan gangguan yang bisa diturunkan karena bakat alergi dipengaruhi oleh genetik. Pengobatan utama alergi adalah dengan menghindari zat pemicunya (alergen).

“Biasanya dokter akan memberikan obat anti alergi, seperti antihistamin dan kortikosteroid untuk meredakan gejala alergi. Bila reaksi alergi tergolong berat, penderita membutuhkan injeksi epinephrine,” tambahnya.

“Cara lain bisa disiasati dengan mengenakan pakaian tertutup, tidak memakai parfum yang dapat mengundang serangga, serta membersihkan rumah secara rutin,” tuntasnya. (sic)

 

 

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular