WARTALENTERA – Sejumlah kepala daerah di Sumatera Utara (Sumut) menyatakan keinginan untuk bergabung dengan Partai Gerindra. Beberapa diantaranya langsung mendatangi Kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra Sumut.
Hal ini dibenarkan Sekretaris DPD Gerindra Sumut, Sugiat Santoso. Menurutnya, saat ini, kepala daerah dan wakil kepala daerah itu sedang proses pembuatan Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Gerindra.
“Masih proses (mendapatkan KTA Gerindra), nanti secara resmi akan diumumkan siapa-siapa kepala daerah dan wakil kepala daerah yang bergabung,” kata Sugiat, Jumat (16/5/2025).
Sugiat menambahkan, terdapat sejumlah kepala daerah dan wakil kepala daerah yang sudah menyatakan bergabung secara lisan. Bahkan, diantara mereka sudah ada yang datang ke Kantor DPD Gerindra Sumut.
Dijelaskan, ada empat kepala daerah dan empat wakil kepala daerah yang telah menyatakan mau bergabung dengan Partai Gerindra. Bahkan, ia mengklaim, masih ada sejumlah kepala daerah dan wakil kepala daerah yang bakal menyusul bergabung dengan Partai Gerindra.
“Seperti Bupati Deli Serdang, Bupati Labuhanbatu, Bupati Palas, Wali Kota Padangsidimpuan,” ucapnya
“Beberapa wakil kepala daerah seperti Wakil Bupati Pakpak Bharat, Wakil Bupati Karo, Wakil Bupati Asahan, dan Wakil Bupati Madina,” ujar Sugiat lagi.
Ia menerangkan, alasan utama para kepala daerah yang mau bergabung dengan Partai Gerindra karena memiliki kesamaan cita-cita dengan Presiden Prabowo Subianto. Para kepala daerah itu, kata Sugiat, memiliki kesamaan ide, gagasan dan idealisme dengan Prabowo dalam konteks pembangunan mengurusi rakyat.
Pengamat politik Universitas IsIam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Faisal Riza mengungkapkan, fenomena kepala daerah masuk Partai Gerindra tersebut dapat dipahami sebagai langkah politik aman. “Saya kira bisa dipahami begitu,” kata Faisal.
Dirinya menilai, Gerindra sebagai partai penguasa saat ini menjadi magnet bagi politisi untuk bergabung. Kepala daerah dan wakil kepala daerah, imbuhnya, membutuhkan back up politik dalam dukungan anggaran dan kebijakan.
“Maksudnya, dukungan anggaran dan kebijakan yang selaras dengan pemerintah pusat,” jelasnya.
Riza mengatakan, politisi membutuhkan kepastian karier politik di tengah banyaknya partai yang tidak mementingkan kaderisasi. Sehingga, kata dia, kepala daerah dan wakil kepala daerah melihat ada yang lebih pasti di Gerindra.
“Gerindra dipandang menjadi partai yang lebih potensial dan menjanjikan dalam perhelatan politik Pemilu mendatang,” ujarnya. (inx)


