WARTALENTERA – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Cirebon memberikan pengajaran kepada mahasiswa-mahasiswi Universitas Pertahanan (Unhan) Republik Indonesia dalam kegiatan Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN).
KKDN kali ini bertema Sinergi Pertahanan Maritim dalam Menangani Ancaman Keamanan dan Lingkungan di Laut Cirebon. Kegiatan itu berlangsung di Aula Kantor KSOP Kelas II Cirebon, belum lama ini dan diikuti oleh mahasiswa magister Program Studi Strategi Pertahanan Laut.
Kepala KSOP Kelas II Cirebon, Ferry Anggoro Hendianto menjelaskan kegiatan KKDN itu bertujuan untuk memberikan pemahaman praktis dan wawasan strategis kepada para mahasiswa mengenai peran penting sektor pelabuhan dan otoritas maritim dalam menjaga kedaulatan serta keamanan wilayah laut Indonesia.
Dia menyebut kegiatan KKDN itu merupakan langkah konkret dalam membangun pemahaman terpadu antara unsur akademik dan praktisi di lapangan. “Melalui KKDN ini, mahasiswa dapat melihat langsung bagaimana pelabuhan berperan dalam menjaga kedaulatan laut dan menghadapi tantangan nyata seperti keamanan pelayaran, pencemaran, hingga aktivitas ilegal,” jelas Ferry.
Lebih lanjut, dia menekankan bahwa kegiatan seperti itu sangat bermanfaat dalam membentuk generasi muda yang memahami pentingnya kerja sama antarlembaga dalam menjaga laut Indonesia sebagai aset strategis bangsa.
“KKDN ini bukan hanya tentang teori pertahanan, tapi tentang membangun kesadaran bahwa pertahanan laut tidak bisa berdiri sendiri, dia butuh sinergi dengan otoritas pelabuhan, nelayan, operator kapal, dan masyarakat maritim,” jelasnya.
Menurut Ferry, edukasi kepada mahasiswa pertahanan sangat penting dalam mendesain kebijakan keamanan laut yang lebih adaptif dan inklusif ke depan. “Manfaat jangka panjangnya, mahasiswa yang turun langsung ke lapangan akan memiliki perspektif yang lebih luas dan realistis dalam menyusun strategi pertahanan maritim yang relevan dengan kondisi geografis dan sosial di Indonesia, termasuk di wilayah seperti Cirebon,” tambahnya. (vit)


