WARTALENTERA – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, mengecam keras tindakan Israel yang memperluas agresinya ke wilayah Iran. Dia menyebutnya sebagai bentuk pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan bukti nyata bahwa Israel semakin mengabaikan perdamaian dan stabilitas kawasan.
Pernyataan itu disampaikan Sugiono dalam Konferensi Tingkat Menteri ke-51 Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang digelar di Istanbul, Turki, pada Sabtu waktu setempat. Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (22/6/2025), Menlu menilai bahwa agresi Israel terhadap Iran merupakan ancaman nyata terhadap martabat hukum internasional. “Serangkaian serangan terhadap Iran baru-baru ini menunjukkan Israel yang semakin mengabaikan perdamaian dan stabilitas,” ujar Sugiono.
Menlu juga mengutuk serangan Israel terhadap sejumlah fasilitas nuklir di Iran, dan menegaskan kembali peringatan dari Organisasi Energi Atom Internasional (IAEA) bahwa fasilitas nuklir tidak boleh diserang dalam kondisi apapun karena membahayakan manusia dan lingkungan. “Fasilitas nuklir tak boleh diserang sama sekali, terlepas konteks atau kondisi yang ada,” tegasnya.
Selain soal Iran, Sugiono juga menyuarakan keprihatinan mendalam terhadap situasi kemanusiaan di Jalur Gaza yang terus memburuk akibat agresi militer Israel yang tiada henti serta terbatasnya akses bantuan kemanusiaan untuk warga sipil Palestina. “Israel tak kunjung menghentikan agresi militer serta mengizinkan masuknya bantuan kemanusiaan yang amat penting bagi hayat hidup warga Palestina,” ungkap Sugiono.
Tidak hanya di Gaza, Israel juga terus melakukan tindakan pengusiran paksa dan perampasan tanah warga Palestina di Tepi Barat, demi pembangunan permukiman Yahudi ilegal. “Kejahatan tersebut semakin menimbulkan keraguan terhadap peluang terwujudnya solusi dua negara yang kita semua yakini,” lanjutnya.
Menlu RI menegaskan pentingnya semua pihak menahan diri dari tindakan yang dapat memperkeruh situasi, dan mendorong OKI untuk memperkuat diplomasi guna menekan Israel agar menghentikan pelanggaran hukum internasional.
Ia juga mengajak negara anggota OKI untuk meningkatkan kerja sama ekonomi dan politik, sebagai langkah memperkuat solidaritas dalam menghadapi agresi Israel di kawasan Timur Tengah.
Menurut data yang disampaikan Kementerian Kesehatan Iran, serangan Israel ke Iran selama sembilan hari terakhir telah menewaskan lebih dari 400 orang dan melukai 3.056 lainnya.
Sementara itu, agresi Israel ke Jalur Gaza sejak Oktober 2023 telah menewaskan lebih dari 55.900 warga Palestina, mayoritas wanita dan anak-anak, serta menyebabkan bencana kemanusiaan besar-besaran di wilayah tersebut. (kom)


