Resmi Ditutup, Operasi Pencarian Korban Tragedi Tenggelamnya KMP Tunu

Reporter : Sicillia Tan
Tim SAR yang telah mengawal proses evakuasi sejak pertama kali KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali. (dok.Basarnas)

WARTALENTERA-Resmi ditutup, operasi pencarian korban tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, Senin (21/7/2025). Penutupan tersebut disampaikan Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit disaksikan seluruh perwakilan tim SAR gabungan yang berkumpul di kantor ASDP Ketapang Banyuwangi, Jawa Timur.

"Dengan ini operasi SAR pada tanggal 21 Juli 2024 pukul 17.40 dinyatakan dihentikan atau ditutup," kata Nanang, dikutip Selasa (22/7/2025). Penutupan tersebut mengacu pada aturan yang memperbolehkan operasi SAR ditutup setelah pada hari ke-20 pencarian, tidak ada tanda-tanda korban baru ditemukan.

Baca juga: Korban Longsor Cisarua, Basarnas: Sekitar 61 Korban Masih Tertimbun

Sebab, pada enam hari terakhir pencarian, tidak ditemukan korban baru. Sebelumnya, proses pencarian telah mengalami dua kali perpanjangan.

Penumpang KMP Tunu Pratama mengacu pada data manifes 65 orang terdiri dari 53 penumpang dan 12 kru, total korban yang diselamatkan sebanyak 30 orang dan meninggal dunia 19 orang, serta 4 korban belum teridentifikasi. "Sebanyak 16 korban belum ditemukan, dinyatakan hilang," tuturnya.

Baca juga: Operasi SAR Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Gunung Bulusaraung Maros Masuki Hari Ketiga

Mengacu enam hari perpanjangan opsar pencarian korban kapal tenggelam KMP Tunu Pratama Jaya tidak menemukan korban maka opsar dihentikan. Penghentian opsar dilakukan di aula pertemuan di ASDP Pelabuhan Ketapang.

Setelah dihentikan kemudian dibuatkan dokumen penghentian dengan ditandatangi instansi terkait dan operator kapal. (sic)

Baca juga: Setelah 10 Hari Pencarian, Jenazah Pelatih Valencia FC Ditemukan

Editor : Sicillia Tan

Nasional
Berita Populer
Berita Terbaru