Banjir Bandang Terjang Sukabumi, Tim SAR Kewalahan Evakuasi Warga

Reporter : Sicillia Tan
Banjir bandang yang melanda kawasan Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (4/12/2024). (istimewa)

WARTALENTERA - Hujan lebat yang mengguyur wilayah Sukabumi selama hampir 24 jam, sejak Selasa (3/12/2024) menyebabkan banjir bandang, Rabu (4/12/2024). Sejumlah kecamatan di Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat, terkena imbas.

Termasuk Kampung Gumelar, Pasanggrahan, dan Cangehgar. Beberapa fasilitas umum seperti area parkir Pasar Palabuhan Ratu, Dermaga Pelabuhan Perikanan Nusantara, serta Jalan Raya Gadobangkong turut terdampak Dari video amatir warga yang beredar di sejumlah media sosial, terlihat beberapa kendaraan roda dua dan empat berbagai jenis hanyut terbawa arus air yang deras.

Baca juga: Ini Peran 14 Excavator Temukan 158 Korban, 78 Selamat

Kepolisian bersama warga dan BPBD setempat mengevakuasi warga yang terjebak banjir. Sedikitnya 24 warga, terdiri atas pasien, anak-anak, dan petugas medis, terjebak banjir setinggi 1,5 meter di Puskesmas Palabuhan Ratu.

Proses evakuasi berlangsung dramatis karena derasnya arus air serta kondisi para korban, sebagian di antaranya dalam keadaan sakit. Koordinator Pos SAR Basarnas Sukabumi, Suryo Adianto menyampaikan, tim SAR menggunakan perahu karet dan alat keselamatan khusus untuk mengevakuasi para korban.

"Seluruh korban berhasil dievakuasi ke tempat aman berkat kerja sama Basarnas, TNI, Polri, dan relawan," kata Suryo, dalam keterangannya, dikutip Kamis (5/12/2024). Tim SAR gabungan masih terus melakukan penyisiran di area terdampak untuk memastikan tidak ada korban yang terlewat.

Baca juga: 7 Orang Tewas dalam Bencana Longsor dan Banjir Bandang di Bandung Barat

Sebanyak 30 personel SAR dikerahkan dalam operasi evakuasi ini. Pemerintah daerah juga telah membuka posko darurat untuk memberikan bantuan kepada warga yang terdampak, seperti makanan, pakaian, dan kebutuhan medis.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan menghindari area rawan banjir hingga kondisi dinyatakan aman."Kami terus memantau perkembangan cuaca dan akan memberikan informasi lebih lanjut terkait langkah mitigasi bencana," tutupnya. (sic)

Baca juga: Diduga Biang Kerok Banjir Bandang Sumatera, KLH Cabut Persetujuan Lingkungan 28 Perusahaan

Editor : Sicillia Tan

Nasional
Berita Populer
Berita Terbaru