Tanah Longsor di Tol Bocimi KM 72, Tidak Ada Korban Jiwa

wartalentera.com
Alat berat terlihat membersihkan tanah longsor yang menutupi sisi jalan tol Bocimi KM 72. (Foto : Vita Kartono/ Warta Lentera)

WARTALENTERA - Tanah longsor terjadi di sisi jalan ruas tol Bocimi KM 72. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menangani longsor dari arah Parungkuda menuju Jakarta. Diduga longsor terjadi akibat hujan berintensitas tinggi.

Berdasarkan laporan operator jalan tol, PT Trans Jabar Tol (TJT), kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka dan tidak terdapat kendaraan pengguna jalan yang terdampak material longsor.

Baca juga: Bangun 100 Sekolah Rakyat di 32 Provinsi, Serap 97 Ribu Tenaga Kerja

Untuk menjaga keselamatan pengguna jalan, arus lalu lintas sempat dialihkan melalui Gerbang Tol Cigombong selama proses penanganan berlangsung.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa penanganan dilakukan secara cepat untuk memastikan keselamatan pengguna jalan serta memulihkan kelancaran lalu lintas di ruas tol terdampak.

“Penanganan dilakukan secara cepat dengan fokus pada pembersihan material longsor, pengerahan alat berat, serta memastikan jalur transportasi dapat segera kembali berfungsi dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan,” kata Dody di Sukabumi, Kamis (7/5/2026).

Penanganan dilakukan segera setelah kejadian dengan mengerahkan 2 unit excavator, 10 unit dump truck, dan 3 unit water tank, serta dukungan penerangan guna mempercepat pembersihan material longsor dan pengamanan area.

Hingga pukul 21.00 WIB, progres penanganan menunjukkan hasil signifikan. Bahu dalam, lajur 2 (L2), dan lajur 1 (L1) telah bersih dari material longsor, sementara pembersihan pada bahu luar dan area rounding terus dilanjutkan.

Baca juga: Tangani Karhutla Kalsel, Bersihkan 11,25 Km Saluran Riam Kanan Sebagai Sumber Air Heli Water Bombing

Berdasarkan laporan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Trans Jabar Tol, ruas telah dibuka secara operasional pada pukul 01.00 WIB (7 Mei 2026), setelah dilakukan pembersihan menyeluruh dan pemasangan rambu keselamatan.

Sementara itu, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Wilan Oktavian menegaskan bahwa respons cepat di lapangan menjadi kunci untuk meminimalkan dampak gangguan lalu lintas.

“Begitu kejadian dilaporkan, penanganan langsung dilakukan di lokasi. Fokus kami adalah membuka akses secepat mungkin tanpa mengabaikan aspek keselamatan. Alat berat dan personel segera diturunkan sehingga dalam beberapa jam lajur sudah bisa difungsikan kembali," ujar Wilan.

Baca juga: Pemerintah Perkuat Pasokan Air Bersih Masyarakat, 127.650 Liter Disalurkan di Kalbar Hingga Maluku Utara

Menurut Wilan, pembersihan material terus diselesaikan dan dilanjutkan dengan evaluasi teknis pada lereng guna memastikan kondisi jalan benar-benar aman sebelum kembali beroperasi penuh.

Kementerian PU melalui BPJT terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan PT Trans Jabar Tol guna memastikan penanganan tuntas serta langkah mitigasi lanjutan dapat segera dilakukan. (vit)

Editor : Vita Kartono

Nasional
Berita Populer
Berita Terbaru