WARTALENTERA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui penyediaan sumber air, serta pengerahan sarana dan prasarana. Langkah itu dilakukan untuk mempercepat pemadaman sekaligus menjaga kelembapan lahan gambut di kawasan rawan kebakaran.
Menteri PU, Dody Hanggodo menegaskan kesiapan infrastruktur sumber daya air berperan penting dalam mendukung penanganan bencana, termasuk karhutla. Ketersediaan air dan akses terhadap sumber air perlu dipastikan agar upaya pemadaman dapat dilakukan secara cepat dan berkelanjutan.
"Kementerian PU akan terus bergerak berdasarkan kondisi di lapangan. Infrastruktur air yang ada harus dioptimalkan untuk memberikan manfaat nyata untuk kebutuhan masyarakat,” kata Menteri Dody di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu (24/10/2026).
Melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III Banjarmasin, Kementerian PU melakukan penanganan karhutla pada sejumlah daerah di Kalimantan Selatan, yang mencakup Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru, Kabupaten Balangan, Kabupaten Tanah Laut, dan Kabupaten Barito Kuala.
Kementerian PU juga melakukan pembersihan saluran pembuang Daerah Irigasi (DI) Riam Kanan sepanjang sekitar 11,25 kilometer. Pekerjaan itu meliputi pengangkatan sedimentasi, gulma, semak, sampah, dan material yang menghambat aliran air. Dengan saluran yang lebih lancar, pasokan air dapat membantu upaya pemadaman dari darat maupun udara sebagai sumber air untuk heli water bombing yang membantu penanganan karhutla.
Selain mengoptimalkan saluran yang ada, Kementerian PU menyiapkan pembangunan sumur bor guna membasahi lahan gambut dan sebagai sumber air untuk memadamkan karhutla di kawasan rawan. Hingga 22 Oktober 2026, kegiatan geolistrik telah dilakukan pada empat titik sumur bor. Di Kelurahan Sukamara, mobilisasi peralatan dan pembersihan lahan atau land clearing juga telah dilaksanakan.
Dalam mendukung kesiapsiagaan, Kementerian PU mengerahkan sejumlah armada, antara lain delapan unit ekskavator, dua unit truck trailer, enam unit dump truck, dua unit mobil pompa air, satu unit mobil tangki, dan tujuh mobil pick up.
Selain itu, Kementerian PU juga mengerahkan peralatan pendukung, meliputi empat unit mesin genset lamp, 30 unit mesin pompa air, dua unit mesin kompresor, lima unit tandon air berkapasitas masing-masing 1.000 liter, serta 4 unit sprinkler. Peralatan tersebut ditempatkan di sejumlah lokasi untuk menunjang penanganan sesuai kebutuhan lapangan.
Kementerian PU terus berupaya mendukung penanganan karhutla secara terpadu. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan menghadapi karhutla, mempercepat distribusi air ke lokasi terdampak, serta mengurangi risiko kebakaran berulang di kawasan rawan Kalimantan Selatan. (vit)