Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau Meluas

Erupsi Gunung Anak Krakatau Bikin Hujan Abu Sampai Bogor, Bandara Soetta Ditutup

wartalentera.com
Tampak dari jauh pancuran lava Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. (dok Warta Lentera)

WARTALENTERA - Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) sejak (6/9/2026) menyebabkan hujan abu di Bogor dan penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta. BPBD imbau warga waspada dan menggunakan masker.

Hujan abu vulkanik dari erupsi GAK dini hari tadi sudah sampai ke wilayah Bogor. Bandara Soekarno-Hatta juga ditutup sementara 1.30 - hingga 9.30 WIB karena sebaran abu. Aktivitas GAK di Selat Sunda masih menyemburkan lava mancur (lava fountain).

Baca juga: Gempa NTT, Tiga Pelabuhan Besar Alami Kerusakan Parah

Warga Perumahan Kalisuren Paradise, Desa Tajurhalang, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, pertama kali menyadari adanya abu vulkanik sekitar pukul 00.30 WIB.

Agung H.A., warga setempat, menuturkan kecurigaannya bermula saat melihat mobil dan motor yang baru dicuci kembali dipenuhi debu. 

“Pas lihat mobil, kenapa banyak debu padahal baru dicuci. Motor juga sama. Setelah senter diarahkan ke langit, terlihat sebaran abunya,” kata Agung, Minggu (6/9/2026).

Partikel halus tersebut juga terasa saat warga beraktivitas di luar rumah. Sandal dan permukaan handphone terlihat tertutup lapisan debu. Warga yang sedang ronda malam di Pos 2 RT 04 pun memilih menghentikan aktivitas dan kembali ke rumah sebagai langkah antisipasi. Warga diimbau untuk tidak menganggap remeh dan tetap menggunakan masker serta pelindung mata saat beraktivitas di luar.

Sementara itu, BPBD Kota Bandar Lampung juga mengeluarkan himbauan resmi agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi sebaran debu vulkanik.

Debu vulkanik dinilai dapat mengganggu kualitas udara, jarak pandang, dan kesehatan, terutama bagi penderita gangguan pernapasan.

Berikut 7 poin himbauan BPBD Kota Bandar Lampung:

1. Gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

2. Gunakan pelindung mata apabila kondisi udara berdebu.

3. Kurangi aktivitas di luar rumah jika terjadi hujan abu.

Baca juga: Gunung Semeru Erupsi, Terdengar Tiga Kali Letusan

4. Tutup pintu, jendela, dan ventilasi rumah apabila abu vulkanik mulai masuk.

5. Lindungi makanan dan sumber air dari paparan abu vulkanik.

6. Pengendara diminta hati-hati karena abu membuat jalan licin dan jarak pandang berkurang.

7. Tetap tenang dan pantau informasi resmi dari pemerintah serta instansi terkait.

Grafis himbauan mitigasi abu vulkanik yang bisa kita lakukan. (dok internet)

“BPBD Kota Bandar Lampung mengimbau masyarakat untuk tidak panik, tetap waspada, dan selalu mengikuti perkembangan informasi resmi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau,” tulis BPBD dalam rilisnya, Minggu (6/9/2026).

Baca juga: Tamu dan Karyawan Hotel Borobudur Jakarta Lakukan Simulasi Kebakaran

Dampak paling besar dirasakan di sektor penerbangan. Berdasarkan NOTAM Nomor A3341/26, Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub menutup sementara operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta mulai pukul 01.30 WIB sampai 05.30 WIB.

Penutupan dilakukan setelah paper test pada pukul 00.35 - 01.05 WIB menunjukkan hasil positif adanya indikasi sebaran abu vulkanik di area bandara.

Dirjen Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menyampaikan data per 5 September 2026 pukul 22.00 WIB terdapat 33 penerbangan yang terdampak. "Penyesuaian operasional penerbangan akan terus dilakukan secara dinamis berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan. Aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama,” kata Lukman.

Ditjen Perhubungan Udara mengimbau calon penumpang memantau informasi terbaru dari maskapai dan mengatur waktu perjalanan karena berpotensi ada perubahan jadwal lanjutan akibat cascading impact.

Hingga berita ini diturunkan, BMKG, PVMBG, dan pihak terkait masih terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. (vit)

Editor : Vita Kartono

Nasional
Berita Populer
Berita Terbaru