India Incar Peluang Investasi di Sektor Pelabuhan dan Bandara

Reporter : Inge Mangkoe
Menteri Urusan Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar saat bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di sela-sela kunjungan kenegaraan ke New Delhi, Sabtu (25/1/2025). (Foto: dok.BPMI Sekretariat PresidenI)

WARTALENTERA - Pengusaha India incar peluang investasi di Indonesia. Undangan Presiden Prabowo Subianto kepada pemerintah India direspons keinginan para pengusaha disana untuk berinvestasi ke Indonesia.

Pemerintah India merespons positif undangan Presiden RI Prabowo Subianto kepada perusahaan-perusahaan India untuk berinvestasi di sektor infrastruktur. Menteri Urusan Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar menyatakan, potensi kerja sama yang berpeluang untuk ditindaklanjuti adalah infrastruktur pelabuhan dan bandara.

Baca juga: Pemerintah Perkuat Pasokan Air Bersih Masyarakat, 127.650 Liter Disalurkan di Kalbar Hingga Maluku Utara

"Kemungkinannya adalah pada infrastruktur pelabuhan dan bandara, karena India memiliki perusahaan-perusahaan yang bergerak di bisnis infrastruktur itu," kata Subrahmanyam Jaishankar, melansir Antara, Senin (27/1/2025).

India sebenarnya sudah mengincar peluang investasi ke Indonesia sejak 2018. Pelaku usaha tersebut rata-rata bergerak di bidang infrastruktur pelabuhan, lapangan udara, tenaga listrik, manajemen sumber daya air, dan teknologi informasi.

Saat itu pelaku industri India berminat untuk menggarap infrastruktur bandara di Indonesia, seperti Bandara Internasional Silangit di Danau Toba, Labuan Bajo, Batam, Bangka Belitung dan Yogyakarta.

Namun, rencana itu belum terwujud, bahkan Bandara Silangit statusnya sebagai bandara internasional sudah dicabut. Subrahmanyam Jaishankar optimistis akan masa depan hubungan kerja sama perdagangan kedua negara tersebut.

Baca juga: Dukung Asta Cita Presiden, Ini 5 Rencana Strategis Infrastruktur

Ia mengatakan, nilai perdagangan India-Indonesia terus tumbuh sekitar USD6 juta per tahun. Dalam pandangannya, upaya Presiden Prabowo untuk memperkuat kerja sama bilateral kedua negara akan berjalan mulus karena memiliki kesamaan pemahaman dengan PM India Narendra Modi tentang berbagai tantangan global yang dihadapi.

"Impresi saya melihat keduanya (Prabowo-Modi) bisa sangat mengalir saat berdiskusi di berbagai hal, misalkan isu politik global," ujarnya.

Prabowo pada kesempatan Sabtu (25/1/2025) sebelumnya sempat mengundang pelaku industri dari India untuk berinvestasi di sektor infrastruktur.

Baca juga: Menuju Zero ODOL 2027, Pemerintah Mulai Sidak Pelabuhan Besar

"Kami membuka ekonomi kami untuk investasi dan partisipasi di bidang infrastruktur dan kami mengundang kelompok-kelompok (industri) India untuk mengambil bagian dalam program infrastruktur Indonesia di semua bidang," kata Prabowo.

Presiden berkomitmen untuk mempercepat kerja sama bilateral Indonesia-India, khususnya di sektor investasi dan teknologi, dengan upaya memangkas birokrasi yang menghambat alur investasi. Selain itu, Presiden Prabowo juga telah memberikan arahan kepada seluruh jajarannya untuk meningkatkan dan memajukan kemitraan ekonomi dengan India demi kepentingan kemitraan strategis jangka panjang yang telah disepakati. (sic)

Editor : Inge Mangkoe

Nasional
Berita Populer
Berita Terbaru