warta lentera great work
spot_img

Baru 4 Bulan Menjabat, Satryo Jadi Menteri Pertama yang Kena Reshuffle

Digantikan Guru Besar ITB Brian Yuliarto yang punya segudang prestasi di bidang penelitian.

WARTALENTERA-Mendiktisaintek (Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi) Satryo Soemantri Brodjonegoro jadi menteri pertama yang kena reshuffle Presiden Prabowo Subianto. Ia yang baru menjabat sekitar 4 bulan itu digantikan oleh Brian Yuliarto, Rabu (19/2/2025).

Satryo pertama kali diumumkan sebagai menteri pada 20 Oktober 2024 di Istana Negara. Satryo kemudian resmi dilantik keesokan harinya.

Saat itu, Satryo berjanji akan melakukan berbagai perbaikan di Kemendiktisaintek. Salah satu yang menjadi fokusnya yakni kemampuan berpikir kritis pada anak-anak.

“We have to transform our educational methodology (Kita harus mentransformasikan metodologi pendidikan kita). Harus membuat anak-anak kita semua punya critical thinking. Otherwise (kalau tidak), kita tidak bisa survive (bertahan) di masa depan,” katanya usai serah terima jabatan di Gedung A Kemdikbud, Jakarta, Senin (21/10/2024) tahun lalu.

Prabowo secara resmi melantik Guru Besar ITB Brian Yuliarto menjadi Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Rabu (19/2/2025). Pelantikan Brian ini berdasarkan Keppres nomor XXVIP tahun 2025 tentang pemberhentian dan pengangkatan menteri negara Kabinet Merah Putih periode tahun 2024-2029.

Prabowo kemudian melantik langsung dengan mengambil sumpah jabatan. Brian Yuliarto mengikuti sumpah yang dibacakan Prabowo. Berikut ini bunyinya:

“Saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab,” demikian bunyi sumpah tersebut.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turut menghadiri acara pelantikan Mendiktisaintek tersebut. Selain itu, jajaran kabinet Prabowo hadir dalam pelantikan ini, di antaranya Menko PMK Pratikno, Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Menko Polkam Budi Gunawan, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Abdul Kadir Karding, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdu Muti, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Mesesneg Prasetyo Hadi, Mendagri Tito Karnavian, hingga Ketua KY Amzulian Rifai.

Sebagai informasi, ini pertama kalinya Prabowo Subianto melakukan reshuffle kabinet sejak resmi menjabat Presiden pada 20 Oktober 2024. Sebatas informasi, Satryo memang beberapa kali menimbulkan kontroversi sejak dilantik sebagai menteri.

Setidaknya ada tiga kontroversi yang pernah ditimbulkan Satryo yakni terkait demonstrasi pegawai Kemendiktisaintek, rekaman suara diduga Menteri Satryo marah-marah ke pegawai, hingga pernyataan beasiswa KIP terkena dampak efisiensi anggaran.

Profil Singkat Brian Yuliarto

Brian merupakan ilmuwan terkemuka di Indonesia yang dikenal atas kontribusinya dalam bidang nanoteknologi. Ia telah melakukan berbagai penelitian dan inovasi, khususnya dalam pengembangan teknologi sensor dan material berbasis nano, yang berdampak luas di berbagai sektor.

Ia menyelesaikan pendidikan sarjananya di Jurusan Teknik Fisika, Institut Teknologi Bandung (ITB), pada 1999. Kemudian melanjutkan studi pascasarjana di University of Tokyo, Jepang, dengan spesialisasi dalam Quantum Engineering and System Science.

Di universitas bergengsi tersebut, Brian meraih gelar magister dan doktor pada 2005. Sepanjang kariernya, Brian telah meraih berbagai penghargaan prestisius, termasuk Habibie Prize 2024.

Ia juga tercatat dalam daftar World’s Top 2 persen Scientist tahun 2024 dan dinobatkan sebagai Top 1 Indonesia Researcher dalam bidang Nanoscience & Nanotechnology pada tahun 2023. Penghargaan ini mencerminkan dedikasi dan kontribusinya yang signifikan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sejak 2006, Brian aktif sebagai dosen dan peneliti di bidang Teknik Fisika, Fakultas Teknologi Industri, ITB. Setelah menyelesaikan studinya, Brian kembali ke Indonesia pada 2006 dan bergabung dengan ITB.

Ia aktif dalam penelitian serta pengembangan nanomaterial, dan telah menduduki berbagai posisi penting, di antaranya:

– Dekan Fakultas Teknologi Industri ITB
– Visiting Professor di Tsukuba University
– Kepala Research Center on Nanoscience and Nanotechnology ITB
– Ketua Kelompok Keahlian AFM FTI ITB

Selain itu, ia juga aktif dalam berbagai inovasi dan penelitian yang mendukung kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia.

Kekayaan dan Aset

Di luar pencapaiannya di dunia akademik, Brian Yuliarto juga memiliki sejumlah aset properti yang bernilai signifikan. Sebagian besar kekayaannya berasal dari kepemilikan tanah dan bangunan dengan total estimasi mencapai Rp18,075 miliar.

Melansir laman resmi LHKPN dan sumber lainnya, Rabu (19/2/2025) aset-aset tersebut tersebar di beberapa lokasi, termasuk Bandung, Bekasi, dan Karawang. Berikut ini adalah rincian kepemilikan propertinya:

– Tanah dan bangunan seluas 126 m²/150 m² di Kota Bandung (hibah tanpa akta) – Rp1,85 miliar
– Tanah dan bangunan seluas 338 m²/338 m² di Bandung (hibah tanpa akta) – Rp2,25 miliar
– Tanah dan bangunan seluas 153 m²/110 m² di Bandung (hasil sendiri) – Rp1,45 miliar
– Tanah seluas 70 m² di Bandung (hasil sendiri) – Rp190 juta
– Tanah dan bangunan seluas 647 m²/217 m² di Bandung (hibah tanpa akta) – Rp7,75 miliar
– Tanah dan bangunan seluas 420 m²/110 m² di Kota Bekasi (hibah tanpa akta) – Rp3,5 miliar
– Tanah seluas 3.560 m² di Karawang (hasil sendiri) – Rp260 juta
– Tanah dan bangunan seluas 450 m²/200 m² di Kendal (hasil sendiri) – Rp825 juta. (sic)

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular