warta lentera great work
spot_img

Dunia Berduka: Italia, Australia, hingga Iran Sampaikan Belasungkawa atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon

UNIFIL saat ini sedang melakukan investigasi menyeluruh untuk menentukan asal-usul ledakan.

WARTALENTERA – Gelombang simpati dan belasungkawa dari dunia internasional terus mengalir menyusul gugurnya tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon Selatan.

Hingga Selasa (31/3/2026), setidaknya empat representasi negara dan lembaga internasional telah menyampaikan duka cita mendalam kepada Pemerintah Indonesia.

Insiden yang merenggut nyawa pasukan penjaga perdamaian ini terjadi dalam dua peristiwa berbeda pada akhir Maret 2026, memicu perhatian serius dari komunitas global.

Italia menjadi salah satu negara pertama yang merespons. Melalui Jenderal Luciano Portolano dari Markas Besar Angkatan Bersenjata Italia (Stato Maggiore della Difesa), pihak Italia menyampaikan pesan langsung kepada KSAD Jenderal Agus Subiyanto.

“Atas nama Angkatan Bersenjata Italia, kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas gugurnya tiga peacekeeper Indonesia,” ujar Jenderal Portolano dalam pernyataan resminya, Selasa (31/3/2026).

Senada dengan Italia, Australia melalui Menteri Luar Negeri Senator Penny Wong, mengecam keras serangan yang menewaskan personel Indonesia tersebut. Australia secara tegas menyatakan dukungan penuh terhadap investigasi menyeluruh yang kini tengah dilakukan oleh UNIFIL.

Dukungan diplomatik juga datang dari Iran. Kedutaan Besar Iran di Jakarta merilis pernyataan resmi yang menyampaikan rasa duka mendalam kepada keluarga korban dan rakyat Indonesia atas pengabdian para prajurit Garuda di zona konflik.

Di level tertinggi, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres bersama Kepala Operasi Pemeliharaan Perdamaian Jean-Pierre Lacroix secara resmi menyampaikan belasungkawa. Pihak UNIFIL dalam keterangannya menyatakan rasa duka paling dalam (deepest condolences) atas pengorbanan prajurit Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.

Kronologi 

Gugurnya ketiga prajurit tersebut terjadi dalam dua insiden berdarah di wilayah operasi yang berbeda. Pada Minggu (29/3/2026), Praka Farizal Rhomadhon gugur dalam sebuah insiden yang juga melukai tiga personel lainnya, lalu pada Senin (30/3/2026), dua prajurit TNI tewas dan dua lainnya luka-luka setelah konvoi logistik mereka terkena ledakan di dekat wilayah Bani Hayyan.

Hingga saat ini, Mabes TNI dan Kementerian Luar Negeri RI masih dalam proses memberi tahu pihak keluarga dan belum merilis identitas lengkap dua prajurit yang gugur pada insiden kedua.

Penyebab pasti ledakan tersebut masih menjadi misteri. UNIFIL saat ini sedang melakukan investigasi menyeluruh untuk menentukan asal-usul ledakan (of unknown origin) yang menyasar pasukan perdamaian tersebut.

Indonesia sendiri merupakan salah satu kontributor pasukan terbesar bagi UNIFIL dengan mengerahkan lebih dari 1.000 personel. Serangan beruntun ini menjadi perhatian dunia internasional karena dianggap sebagai ancaman serius terhadap mandat PBB dalam menjaga gencatan senjata di Lebanon Selatan. (inx)

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular