WARTELENTERA – Komunitas Rakyat Arus Depan (Komrad) Pancasila menegaskan bahwa pernyataan Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad soal logo hanyalah candaan ringan, dan tidak perlu ditarik ke tafsir politik yang berlebihan. Hal ini disampaikan oleh Koordinator Komrad Pancasila Antony Yudha, merespons komentar publik yang mengaitkan ucapan Dasco dengan perubahan logo Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjadi bentuk gajah.
“Pak Dasco itu orangnya santai. Kadang komentar beliau memang jenaka, ya begitu saja, jangan ditarik-tarik ke tafsir politik,” ujar Antony dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (21/7/2025).
Antony menilai penting bagi masyarakat dan elite politik untuk membedakan antara candaan dan pernyataan serius. Ia mengingatkan bahwa sikap terlalu reaktif bisa menguras energi untuk hal-hal yang tidak substansial. “Kalau semua dilihat dari kacamata curiga, habis energi kita untuk ribut. Padahal kadang yang dibicarakan cuma soal warna dan bentuk logo,” ujarnya.
Ia juga mengimbau agar semua pihak lebih fokus pada hal-hal mendasar, seperti program, gagasan, dan solusi yang dibutuhkan rakyat, daripada memperdebatkan hal teknis seperti logo partai. “Soal desain logo, biar jadi urusan internal partai yang bersangkutan. Jangan semuanya dikaitkan dengan geng ini atau geng itu,” lanjut Antony.
Diketahui, PSI baru saja mengganti logo partai menjadi berbentuk gajah berwarna merah, putih, dan hitam. Pergantian ini diumumkan dalam Kongres PSI 2025 pada Sabtu (19/7/2025), di mana Kaesang Pangarep ditetapkan sebagai Ketua Umum periode 2025–2030. Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), dalam sambutannya menyebut gajah sebagai simbol ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan, dan menyatakan dukungannya terhadap PSI. “Tapi yang paling penting, gajah itu kuat dan besar. Oleh sebab itu, saya akan full mendukung PSI,” tegas Jokowi.
Sebelumnya, pernyataan Sufmi Dasco Ahmad muncul dalam acara Kongres I Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) pada Sabtu (19/7). Dalam sambutannya, Dasco melempar candaan seputar logo. “Tadi saya lihat-lihat, apakah lambangnya Gekrafs berubah jadi kancil atau enggak? Ternyata enggak, masih (sama). Saking kreatifnya ini nanti yang sana berubah jadi—bukan saya yang ngomong. Yang di sini nanti jadi kancil,” ucap Dasco yang juga Dewan Penasehat DPP Gekrafs.
Candaan itulah yang kemudian disalahartikan sebagai sindiran terhadap perubahan logo PSI. (kom)


