warta lentera great work
spot_img

Creamy, Citarasa Egg Coffee Khas Vietnam

Telur jadi pengganti susu saat perang Indochina, asal usul terciptanya egg coffee.

WARTALENTERA – Tak afdol rasanya, jika berkunjung ke Hanoi, Vietnam, tanpa mencicipi minuman yang satu ini. Egg coffee atau kopi telur, menjadi minuman pendamping sarapan warga di Hanoi.

Wartawan Warta Lentera, Brigita Tan, sempat mengunjungi Hanoi, Vietnam, April 2024 lalu.
Terletak tak jauh dari lokasi wisata Old Quarter Streets, Cafe Giang bukan satu-satunya kedai kopi yang berjajar di sepanjang jalan tersebut. Ada banyak kafe yang menawarkan sensasi creamy egg coffee, tapi kopi telur di Cafe Giang, wajib dicicipi.

Ca phe trung dalam bahasa lokal yang artinya kopi telur, memang dibuat dengan memadukan kopi, dan telur. Kocokan telur ditambahkan di permukaan kopinya.

Pada permukaan egg coffee terlihat buih berwarna cokelat muda, dan jika diperhatikan juga terdapat bubuk kopi di atasnya. Meski dicampur telur, rasa kopi di Cafe Giang sama sekali tak berbau amis.

Saat diteguk, pertama kali lidah akan disambut lembutnya buih kocokan telur, sebelum sampai pada kopi hangat dari dalam cangkir. Manisnya egg coffee sama sekali tidak berlebihan, cenderung pas di lidah.

Rahasia cita rasa tersebut kabarnya ada pada resepnya, yang terdiri dari telur, susu kental manis, bubuk kopi, mentega, keju dan beberapa bahan rahasia. Jika memilih hot egg coffee, setiap satu cangkir akan dilengkapi dengan mangkuk berisi air.

Saat disajikan, cangkir akan diletakkan di dalam cangkir berisi air hangat tersebut. Selain egg coffee, dijual juga ca cao trung atau egg chocolate, bia trung atau egg beer, serta beberapa varian teh. Semua minuman dapat disajikan panas atau dingin.

Sembari berbincang, bisa juga memesan makanan ringan berupa kuaci. Sama seperti kedai kopi tradisional di Hanoi pada umumnya, Cafe Giang tak terlalu besar bahkan cenderung mungil.

Jika baru pertama kali ke Hanoi dan kurang teliti, akan sulit menemukan kedai kopi yang didirikan oleh seorang bartender bernama Nguyen Van Giang itu. Cafe Giang ditandai dengan papan berwarna cokelat, yang bertuliskan Cafe Giang 39, Since 1946.

Letaknya berada di No 39 Nguyen Huu Huan, Hoan Kiem District, Hanoi. Saat memasuki Cafe Giang yang dibangun berhimpitan dengan toko buah dan toko cerutu, lebih dahulu ada sebuah lorong.

Baru sampai pada deretan kursi rendah yang dijajar tidak beraturan. Setiap satu meja yang tingginya sejajar dengan kursi itu, bisa ditempati oleh 2 hingga 7 orang.

Sebagian sudut kafe dihiasi tanaman merambat, memiliki dua lantai dan satu toilet di lantai atas. Kafe ini selalu ramai dipenuhi wisatawan asing maupun masyarakat lokal yang menikmati minuman mereka sembari berbincang.

Sejarah Kopi Telur Asal Vietnam

Kopi telur Vietnam adalah perpaduan kopi, pemanis, telur kocok, dan beberapa bahan lainnya yang kaya akan buih. Berdasarkan deskripsi tersebut-atau pengalaman meminumnya-anda mungkin berasumsi bahwa minuman yang mirip hidangan penutup ini diciptakan khusus untuk orang-orang yang ingin memanjakan diri mereka sendiri.

Faktanya, penemuan ini sebenarnya lahir dari kebutuhan. Selama perang Indochina.

Pertama, susu menjadi sulit didapat di Vietnam. Jadi, pada tahun 1946, seorang bartender di Hotel Sofitel Legend Metropole Hanoi mengembangkan minuman kopi yang menggunakan kocokan telur sebagai pengganti susu.

Namanya Nguyen Van Giang, dan dia menyebut racikannya “cà phê trứng”, atau “kopi telur”. Menurut Atlas Obscura, minuman ini terbukti cukup sukses sehingga pembuatnya meninggalkan bisnis hotel dan mendirikan kedainya sendiri, Cafe Giang, untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Resepnya berevolusi dari waktu ke waktu untuk membuat rasa telurnya lebih halus dan proses pengocokannya menjadi lebih mudah setelah kafe ini mulai menggunakan blender. Pada tahun 1980-an, melansir Vice, Rabu (13/11/2024), minuman rumahan ini menjadi lebih populer dari sebelumnya-dan sejak saat itu menyebar ke kedai-kedai kopi di seluruh dunia.

Saat ini, Cafe Giang dikelola oleh putra Van Giang, Tri Hoa. “Saya sangat terbuka untuk pengikut (dalam bisnis egg coffee). Itu adalah bagian dari bisnis ini,” ucapnya, melansir Vice.

Menurutnya, banyak orang dapat memiliki produk yang sama dan mengembangkannya dengan cara mereka sendiri. “Bagi saya, saya percaya diri dengan bahan rahasia saya, dan itu membuat minuman saya orisinil,” ucapnya bangga. (sic)

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular