warta lentera great work
spot_img

Dari Penjara Kolonial Abad 19, Menuju Panggung Budaya Nasional

Proyek penataan Benteng Pendem Ambarawa tahap I habiskan anggaran Rp152,5 miliar.

WARTALENTERA – Bekas penjara kolonial dari abad ke-19 ini siap dikunjungi wisatawan, baik dalam maupun luar negeri. Ya, Benteng Pendem Ambarawa atau Benteng Fort Willem 1, sudah rampung dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Kawasan penjara kolonial akan menambah destinasi wisata baru di Provinsi Jawa Tengah. Penataan tahap I Kawasan tersebut telah diselesaikan sejak tahun lalu, dan saat ini tengah dalam proses pemeliharaan.

“Ke depannya, kawasan yang membelakangi Gunung Ungaran ini akan dibuka untuk umum. Kami yakin nantinya proyek tersebut dapat menarik banyak wisatawan kelas dunia ke Ambarawa,” ujar Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita dalam keterangan resmi, Selasa (10/6/2025).

Selanjutnya, Ermy menuturkan, tidak mudah mengerjakan proyek benteng terbesar di Pulau Jawa yang dibangun pada abad ke-19 sebagai pertahanan utama sekaligus penjara kolonial dalam perang kemerdekaan itu karena harus mempertahankan struktur bangunan aslinya. Sementara penguatan dengan lapisan coating harus dilakukan, supaya tidak mudah rusak dan dipenuhi lumut.

“Dengan pengalaman Waskita Karya selama lebih dari 64 tahun membangun berbagai infrastruktur, kami berhasil menyelesaikan proyek bersejarah ini secara tepat waktu dan mutu. Kami merasa sangat bangga dapat mengerjakan sekaligus berkontribusi menjaga situs cagar budaya di Jawa Tengah,” katanya.

Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Semarang Nomor 432/0112/2021 penjara kolonial Benteng Fort Willem I ditetapkan sebagai Situs Cagar Budaya Peringkat Kabupaten. Bangunan tersebut juga telah memenuhi definisi bangunan gedung cagar budaya berdasarkan PP 16 Tahun 2021.

Ermy menyebutkan, lingkup pekerjaan proyek senilai Rp152,5 miliar ini mencakup penyelamatan bangunan, pengembangan bangunan, serta penataan lanskap atau tata ruang di luar bangunan. Kawasan Benteng Pendem Ambarawa memiliki luas sekitar 27.286,38 meter per segi (m2), dengan area parkir seluas 6.429,9 m2 dan area jalan akses seluas 5.873,4 m2.

“Sejalan dengan pemerintah, diharapkan kawasan Benteng Fort Willem I tidak hanya bisa dimanfaatkan sebagai sarana rekreasi, tapi juga sarana pendidikan tentang bangunan cagar budaya,” jelas dia. Ermy menambahkan, sebelumnya Perseroan pun sukses membangun sejumlah proyek ikonik di Jawa Tengah seperti Masjid Sheikh Zayed Solo serta Masjid Baiturrahman Semarang. (inx)

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular