warta lentera great work
spot_img

Terinspirasi dari Podcast Horor Lentera Malam, Selepas Tahlil Siap Hantui Penonton 10 Juli

Janji tak hanya tawarkan jumpscare.

WARTALENTERA-Terinspirasi dari podcast horor Lentera Malam, Selepas Tahlil siap hantui penonton sinema mulai 10 Juli. Mengambil judul yang sama, ini akan menjadi film pertama yang mengambil cerita nyata pada 2022 lalu, dari kisah di podcast.

“Ini adalah IP (Intellectual Property) pertama kita yang dijadikan film oleh Visinema dan Bion Studios,” ungkap host podcast Lentera Malam Jamaluddin Daris, di kawasan Karet Kuningan, Jakarta Selatan, dikutip Senin (7/7/2025).

Ia mengaku bangga, karena konten podcast-nya yang dalam bentuk audio bisa digambarkan melalui film Selepas Tahlil. “Semakin bangga, karena imajinasi kita tuh dikembangkan dan divisualisasikan,” lanjutnya.

Selepas Tahlil merupakan film panjang pertama yang digarap oleh sutradara Adriano Rudiman. Pada awalnya ia cukup memiliki kekhawatiran karena bekerja dengan beberapa aktor besar, tetapi hal tersebut sirna, setelah menjalani proses syuting.

“Ternyata proses jauh lebih mudah karena ceritanya kan cukup jelas gitu. Mengenai kakak beradik dan seorang ayah, serta seorang paman yang masing-masing punya sejarah gitu ya,” ulas Adriano Rudiman.

Ia mengaku banyak melakukan eksplorasi dan diskusi bersama para aktor mengenai karakter dan ceritanya, sehingga mereka terkoneksi satu sama lain. “Kita mengeksplorasi bagaimana perasaan-perasaan kayak kehilangan dan juga kayak urusan yang belum selesai antara ayah dan anak tuh gimana,” ungkapnya.

Dari ngobrol itulah, lanjutnya, akhirnya jadi lebih bisa dapat chemistry dan koneksinya. Film Selepas Tahlil dibintangi oleh Aghniny Haque, Bastian Steel, Epy Kusnandar, Adjie N. A., Vonny Anggraini, Diandra Agatha, dan Abdul Rachman Hidayat.

Bastian Steel, pemeran karakter Yudhis, mengaku senang bisa terlibat dalam film panjang pertama dari Adriano Rudiman. Ia tak ragu memberikan pujian kepada sang sutradara.

“Pak Dio ini salah satu sutradara yang menurut aku kreativitasnya sangat berani, suka ada ide-ide yang kayak saya aja nggak kepikiran, tapi dia (Adriano Rudiman) kepikiran,” puji Bastian. Aghniny Haque, pemeran karakter Saras, juga menilai bahwa Adriano Rudiman memiliki kepekaan untuk mengambil adegan-adegan horor.

“Nggak cuma ditakut-takutin, tapi juga dari segi emosionalnya dalam banget,” tuturnya. Produser eksekutif Ajeng Parameswari menambahkan, bahwa film Selepas Tahlil tidak hanya menjual jumpscare kepada penonton, tetapi juga ada pesan moral yang disampaikan.

Salah satunya adalah kesadaran seorang anak untuk berkomunikasi dengan orang tuanya. “Ini juga menjadi pengingat buat kita, bahwa mungkin sebagai anak atau lingkungan sekitar yang paling dekat, juga harus atau juga punya awareness untuk berkomunikasi dan membuka lebih banyak ruang untuk bisa bicara (dengan orang tua) jangan sampai menyesal,” sarannya.

Selepas Tahlil menceritakan tentang dua bersaudara, Saras (Aghniny Haque) dan Yudhis (Bastian Steel), yang hidupnya berubah setelah ayah mereka, Hadi (Epy Kusnandar), meninggal dunia secara misterius. Namun kematian itu bukanlah akhir, melainkan pintu menuju serangkaian teror yang harus dihadapi oleh Saras dan Yudhis.

Ketika itu, jenazah sang ayah justru bangkit dan berjalan sendiri dari Surabaya ke kampung halamannya di Lamongan. Kejadian aneh tersebut pun membuka kembali rahasia keluarga yang selama ini dikubur bersama sejarah gelap perjanjian manusia dengan dunia gaib. (sic)

 

 

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular