WARTALENTERA-Dibanderol dengan harga fantastis Rp48 miliar, gitar mendiang Eddie Van Halen dilelang Sotheby’s New York. Gitar Kramer kustom tahun 1982 yang dulunya milik mendiang Eddie Van Halen akan dilelang sebagai bagian dari Grails Week terbaru di Sotheby’s New York yang dimulai pada 21 Oktober.
Gitar elektrik Eddie Van Halen diprediksi akan terjual antara 2 hingga 3 juta dolar atau setara Rp32 miliar dan Rp48 miliar di pelelangan. Instrumen ini memiliki sejarah yang cukup panjang.
Setelah dihadiahkan kepada teknisi gitar band, Robin “Rudy” Leiren, gitar ini kemudian dijual kepada gitaris Mötley Crüe saat itu, Mick Mars, yang menggunakannya dalam album LP Dr. Feelgood tahun 1984. Mars telah memberikan surat pernyataan keaslian yang ditandatangani, dengan catatan.
“Semoga Anda menikmatinya seperti saya. Ini juga merupakan bagian sejarah yang luar biasa,” isi tulisan tersebut. Gitar tersebut —yang dimodifikasi oleh Halen di pabrik Kramer di New Jersey— pertama kali digunakan dalam Tur Hide Your Sheep band tersebut pada tahun 1982.
Melansir Hollywood Reporter, Kamis (14/8/2025), Ian Ferreyra de Bone, direktur pelaksana divisi mewah Sotheby’s mengatakan, gitar itu begitu istimewa. “Dimainkan dalam beberapa penampilan Eddie yang paling ikonis dan kemudian digunakan oleh Mick Mars dari Motley Crue, instrumen ini menghubungkan dua raksasa heavy metal,” ucapnya.
“Dengan desain khusus dan latar belakang yang luar biasa, gitar ini benar-benar sebuah mahakarya,” imbuhnya. Sementara itu, Sammy Hagar baru-baru ini mengakui bahwa “yang terbaik masih akan datang” dari Van Halen.
Rocker berusia 77 tahun ini —yang merupakan vokalis band Jump dari tahun 1985 hingga 1996, sebelum kembali pada tahun 2003 hingga 2005—berhubungan dengan Eddie sebelum kematiannya. Ia ingin sekali bekerja sama dengannya lagi, setelah mengetahui bahwa Eddie bermain cello dan bereksperimen dengan berbagai instrumen.
Hagar yakin Eddie baru menyentuh permukaan dari apa yang ingin ia capai secara musikal, karena ia terhambat oleh orang-orang di puncak. Menampilkan diri di stasiun radio WRIF Detroit, ia mengatakan bahwa itulah impian dari Eddie Van Halen.
“Dan itu selalu terhambat oleh perusahaan rekaman dan orang-orang di sekitarnya. Saya pikir kami akan keluar dari itu dalam setahun dan mulai melakukan beberapa hal yang benar-benar gila,” ucapnya. (sic)


