warta lentera great work
spot_img

Dibayangi Perang Timteng, Jemaah Haji Justru Meningkat Tembus 1,7 Juta Orang

Kenaikan signifikan capai 2,04 persen.

WARTALENTERA-Dibayangi perang Timteng, jemaah haji justru meningkat. Puncak ibadah haji berlangsung khidmat di Tanah Suci Makkah. Pelaksanaan ibadah haji tahun ini kembali mencatatkan tren positif dengan kedatangan jutaan umat Muslim dari berbagai belahan dunia ke Tanah Suci.

 

Otoritas Kerajaan Arab Saudi resmi mengumumkan bahwa jumlah jemaah haji tahun ini sukses menembus angka lebih dari 1,7 juta orang. Mayoritas dari total jemaah tersebut merupakan masyarakat yang datang dari luar wilayah Arab Saudi.

 

Melansir Arab News, Rabu (27/5/2026), angka pasti jemaah yang berkumpul di Makkah dan Madinah mencapai 1.707.301 orang. Jika dibandingkan dengan musim haji tahun 2025 lalu yang mencatatkan 1.673.230 jemaah, terdapat kenaikan yang cukup signifikan yaitu sebesar 2,04 persen atau bertambah sebanyak 34.071 jemaah.

 

“Kenaikan ini sekaligus membuktikan bahwa kerinduan umat Islam global untuk menunaikan rukun Islam kelima tetap tinggi meski dibayangi perang di wilayah Teluk,” tulis perwakilan otoritas kerajaan Arab Saudi kepada Arab News. Pihak otoritas Arab Saudi menjelaskan bahwa lonjakan jumlah jemaah ini terjadi seiring dengan upaya masif pemerintah dalam menyederhanakan regulasi operasional haji.

 

Selain mempermudah proses birokrasi, Kerajaan juga memperluas berbagai fasilitas di titik-titik masuk negara. Langkah ini diambil demi memberikan kenyamanan optimal dan memastikan keamanan jemaah di tengah situasi global dan regional yang terus berubah.

 

Pemerintah Arab Saudi juga menegaskan bahwa kesuksesan mengelola jutaan manusia ini tidak lepas dari fokus mereka pada efisiensi operasional. Pihak Kerajaan kini semakin mengandalkan sistem digitalisasi layanan serta manajemen pengendalian massa berbasis teknologi modern.

 

Langkah cerdas ini diperkuat dengan koordinasi yang sangat ketat antara pihak keamanan, tim medis, dan otoritas logistik di lapangan. Jika dibedah lebih rinci, Otoritas Umum Statistik Arab Saudi mencatat bahwa sebanyak 1.546.655 jemaah murni datang dari luar negeri.

 

Sementara itu, sisanya sebanyak 160.646 orang merupakan warga negara lokal dan ekspatriat yang menetap di dalam Arab Saudi. Hal ini mempertegas bahwa daya tarik ibadah haji tetap didominasi oleh lanskap internasional.

 

Untuk jalur transportasi yang digunakan, pesawat terbang masih menjadi primadona utama para jemaah. Tercatat sebanyak 1.485.729 jemaah luar negeri mendarat melalui jalur udara.

 

Di sisi lain, jalur darat via perbatasan negara mencatat pergerakan sebanyak 54.429 jemaah, dan sisanya sebanyak 6.497 jemaah memilih tiba di Tanah Suci menggunakan jalur laut atau kapal. Salah satu program yang dinilai paling sukses memangkas waktu tunggu jemaah adalah Makkah Route Initiative.

 

Melalui program ini, jemaah bisa menyelesaikan seluruh urusan administrasi, pemeriksaan paspor, hingga bea cukai langsung di bandara asal mereka masing-masing. Tahun ini, pengguna fasilitas jalur cepat ini melonjak tajam sebesar 23,7 persen, dari 314.337 orang pada tahun lalu menjadi 388.694 jemaah yang bisa langsung menuju hotel tanpa antre di bandara kedatangan.

 

Demi mengimbangi padatnya kuota tahun ini, Arab Saudi menambah jumlah personel petugas pendukung operasional haji dari 420.070 orang pada tahun lalu menjadi 441.049 petugas. Uniknya, di saat jumlah petugas resmi naik, jumlah relawan justru mengalami penurunan sebesar 22,7 persen menjadi 26.701 orang. Semua data statistik ini bersumber langsung dari data administratif Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi untuk menjamin akurasi dan transparansi publik. (sic)

 

 

 

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular