WARTALENTERA-Efisiensi anggaran, Menkeu Purbaya setuju opsi pemotongan gaji menteri. Belakangan, muncul wacana pemotongan gaji menteri di tengah upaya penghematan anggaran karena situasi geopolitik global. Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan dukungannya terhadap kemungkinan opsi tersebut.
“Ya tidak apa-apa menterinya gajinya dipotong, sudah kegedean juga,” ujar Purbaya di sela kunjungan kerja di Pasar Beringharjo, Yogyakarta, dikutip Rabu (18/3/2026). Dukungan Menkeu ini merupakan respons atas arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet pekan lalu. Presiden menyoroti kebijakan sejumlah negara yang mulai “mengencangkan ikat pinggang” dengan memangkas gaji pejabat guna membantu kelompok masyarakat rentan.
“Mereka bahkan mengurangi gaji untuk anggota kabinet, untuk anggota DPR. Dan semua penghematan gaji ini dikumpulkan untuk membantu kelompok yang paling rentan, lemah,” tegas Presiden Prabowo di Istana Negara, Jumat (13/3/2026), sebelumnya. Selain pemotongan gaji pejabat, pemerintah tengah menggodok berbagai opsi efisiensi lainnya.
Hal ini mencakup pengurangan konsumsi BBM, penerapan kebijakan bekerja dari rumah (work from home/WFH), hingga penghentian belanja negara yang dinilai tidak mendesak. Meski wacana penghematan terus bergulir, Purbaya menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih menunjukkan performa yang solid di tengah tekanan global.
“Jadi ekonomi masih baik, semuanya kencang lari, ekspansi segala macam,” imbuh Purbaya menepis anggapan bahwa ekonomi nasional sedang terpuruk. Terkait teknis anggaran, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) hingga kini belum menerbitkan keputusan resmi mengenai pemangkasan anggaran kementerian dan lembaga (K/L).
Pemerintah masih melakukan kalkulasi mendalam terkait volatilitas harga minyak dunia yang bergerak dinamis. “Belum, pemangkasan belum ada, belum ada keputusan pemangkasan anggaran. Kami sedang melakukan exercise terus melihat perkembangan harga minyak dunia seperti apa,” tandas Menkeu. (sic)


