warta lentera great work
spot_img

Ekspor Ikan Hias Bisa Jadi Andalan, KKP Dorong Breeder Ikan Koi Tingkatkan Produksi

Tembus Rp624 miliar pada 2023 lalu.

WARTALENTERA-Ekspor ikan hias nasional bisa jadi andalan, terbukti pada 2023, tembus Rp624 miliar. Catatan ekspor itu, menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu sentra industri ikan hias dunia.

Data Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) menunjukkan, nilai ekspor dua tahun lalu itu tumbuh sekitar tujuh persen dibanding 2022. Salah satu jagoan ekspor ikan hias yang sukses dikembangbiakan di Indonesia dan menjadi primadona adalah koi.

Meski ikan ini berasal dari Jepang, tapi peternak ikan koi di Indonesia sukses menjadikan ikon sumber kemakmuran itu jawara di pasar ekspor. Di tengah tren guppy, molly, glowfish, hingga ikan predator, ikan koi tetap menjadi primadona berkat reputasinya sebagai simbol estetika dan kemakmuran.

Para penghobi kini berlomba mempercepat pertumbuhan koi agar proporsional dan berpostur bulky demi kebutuhan kontes maupun koleksi pribadi. Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Tb Haeru Rahayu, kegiatan seperti Nusatic Nusapet 2025, pameran ikan hias terbesar di Indonesia itu, kegiatan tersebut memacu semangat para breeder ikan koi Indonesia untuk menghasilkan jenis koi yang akan menjadi primadona dengan harga fantastis hingga miliaran rupiah.

Tiga jenis warna koi yang selalu menjadi primadona tersebut antara lain Kohaku, Sanke dan Showa. Tebe menambahkan, pemerintah selalu membuka peluang kolaborasi yang positif antara para breeder, pemerintah dan stakeholder lain.

“Bahkan, BRIN yang bertugas mengembangkan inovasi dan riset juga turun tangan melakukan upaya peningkatan kualitas genetik ikan koi Indonesia,” ucapnya, dikutip Selasa (24/6/2025). Berdasarkan data International Trade Statistics mencatat, jenis ikan hias air tawar mendominasi ikan hias yang diekspor yaitu 81,4 persen, sedangkan ikan hias laut sebanyak 18,6 persen.

Salah satu jenis ikan hias yang paling diminati adalah ikan koi. Merujuk dari Satu Data KKP, produksi ikan koi nasional tahun 2023 senilai Rp2,6 triliun, dengan 5 (lima) produsen utama ikan koi di Indonesia yaitu provinsi Jawa Timur (63,10%), Jawa Barat (12,63%), Jawa Tengah (9,29%), Sumatera Utara (5,35%) dan Sumatera Barat (4,03%). “Saya berharap, melalui pameran ikan hias yang rutin dilakukan, bisa mempercepat pertumbuhan koi secara sehat dan konsisten, mendukung industri ikan hias nasional, dan memperkuat posisi Indonesia di pasar global,” harapnya. (sic)

 

 

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular