warta lentera great work
spot_img

Presiden Emmanuel Macron Bakal Gunakan Stairlift Saat Naik ke Puncak Candi Borobudur

Stairlift adalah fasilitas yang dipastikan akan digunakan Presiden Emmanuel Macron dan Presiden Prabowo Subianto saat berkunjung ke Candi Borobudur.

WARTALENTERA – Pemasangan stairlift untuk memudahkan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Prabowo Subianto naik ke puncak Candi Borobudur terus dimatangkan.

Direktur Utama InJourney Maya Watono mengatakan pemasangan di atas bangunan Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dipastikan tanpa menggunakan paku dan bor sehingga tidak merusak batuan candi.

Maya menyebutkan semua dilakukan dengan mengedepankan agar tidak merusak struktur candi dan menjunjung tinggi ketentuan yang ditetapkan oleh UNESCO. “Kami sudah berkali-kali dengan Kementerian Kebudayaan berdiskusi supaya apa yang kita lakukan ini sesuai dengan UNESCO,” katanya.

Dia menyampaikan pemasangan alat tersebut bersifat portable. Masyarakat yang tidak bisa naik candi sebelumnya, sekarang bisa naik candi terutama untuk beribadah.

“Biksu-biksu senior yang ingin sekali beribadah di atas Candi Borobudur, yang saat ini tidak bisa sekarang punya kesempatan untuk naik. Kami berpegang bahwa beribadah itu harusnya tidak ada keterbatasan, jadi kita harus bisa memfasilitasi yang mau beribadah,” katanya.

InJourney disebut mengedepankan empat pilar, pertama inklusifitas, kedua spiritual and culture, ketiga hijau dan edukasi. “Inklusivitas ini sangat penting, karena di situs-situs heritage dunia, di mana-mana ini sudah ada progres mengenai fasilitas prasarana, kami ingin juga ada di Candi Borobudur,” katanya.

Terpisah, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon mengatakan saat ini pemerintah sedang mengupayakan pengadaan alat bantu naik berupa kursi yang digerakkan secara khusus atau chairlift, bukan eskalator.

Fasilitas ini, ujar dia, untuk mendukung aksesibilitas dan ditujukan untuk orang-orang yang memiliki keterbatasan fisik. Fadli menyebut sarana yang inklusif untuk menjangkau bagian atas situs banyak dibutuhkan oleh penyandang disabilitas hingga tokoh-tokoh agama seperti biksu senior yang memiliki keterbatasan. 

Pemberian fasilitas khusus ini bukan pertama kalinya di situs-situs dunia seperti Candi Borobudur. Adapun situs-situs di dunia lainnya seperti Akropolis di Yunani, Kapel Sistina di Kota Vatikan, hingga Tembok Cina, memiliki fasilitas chairlift itu. Fadli pun juga menyebut sarana itu tak akan merusak situs lantaran rancangannya tidak bersifat masif dan tidak menyebabkan penetrasi pada struktur cagar budaya.

Instalasinya bersifat non-permanen dan dapat dilepas jika tidak digunakan. Selain itu, terdapat pula rampway atau jalur landai portable dari kayu dan bantalan sebagai bagian dari solusi aksesibilitas yang sesuai dengan standar pelestarian. (vit)

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular