WARTALENTERA-Gelombang panas di Spanyol memanas, tembus 1.100 kematian. Institut Kesehatan Carlos III melaporkan lebih dari 1.100 kematian terkait gelombang panas yang berlangsung sejak 16 hari terakhir hingga Senin (18/8/2025).
Badan kesehatan setempat mencatat 1.149 kematian akibat suhu yang sangat tinggi di seluruh Spanyol antara 3–18 Agustus 2025. Melansir nzherald.co.nz, Rabu (20/8/2025), data tersebut berasal dari Sistem Pemantauan Mortalitas (MoMo) dan dibandingkan dengan tren historis tahun-tahun sebelumnya.
Beberapa faktor eksternal, termasuk data cuaca dari Badan Meteorologi Nasional Spanyol (AEMET), juga digunakan untuk menilai kemungkinan penyebab lonjakan kematian. Meskipun MoMo tidak bisa memastikan bahwa panas ekstrem adalah penyebab langsung setiap kematian, data ini dianggap perkiraan paling dapat diandalkan untuk menilai dampak gelombang panas terhadap angka kematian.
Juli lalu, lembaga ini mencatat 1.060 kematian berlebih akibat panas ekstrem, meningkat 57 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Para ahli iklim menekankan bahwa pemanasan global membuat gelombang panas menjadi lebih panjang, intens, dan sering terjadi di seluruh dunia. (sic)


