WARTALENTERA-Gunung Lewotobi Laki-laki di Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali erupsi sebanyak tiga kali pada Minggu (21/9/2025) pagi.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat erupsi terjadi pada pukul 07.22 WITA, 08.23 WITA, dan 09.01 WITA.
Pada erupsi pertama, kolom abu teramati setinggi kurang lebih 800 meter di atas puncak atau sekitar 2.384 mdpl. Kolom abu berwarna kelabu intensitas sedang condong ke arah barat daya. Erupsi ini terekam seismogram dengan amplitudo maksimum 29,6 mm dan durasi sekitar satu menit 36 detik.
Erupsi kedua juga memuntahkan kolom abu setinggi 800 meter dengan arah condong ke barat daya. Intensitas abu terpantau tipis dengan amplitudo maksimum 44,4 mm dan durasi kurang lebih satu menit 17 detik.
Pada erupsi ketiga, kolom abu teramati setinggi 700 meter atau sekitar 2.284 mdpl, berwarna kelabu dengan intensitas sedang condong ke arah barat daya dan barat. Seismogram merekam amplitudo maksimum 44,4 mm dengan durasi sekitar satu menit 16 detik.
Saat ini Gunung Lewotobi Laki-laki berada pada Status Level IV (Awas). PVMBG mengimbau masyarakat dan pengunjung untuk tidak beraktivitas dalam radius enam kilometer dan sektoral barat daya–timur laut sejauh tujuh kilometer dari pusat erupsi.
Masyarakat juga diminta tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah daerah, serta tidak mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya. Potensi banjir lahar hujan juga perlu diwaspadai di sungai-sungai berhulu di puncak gunung, terutama di Desa Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.
Bagi warga yang terdampak hujan abu, dianjurkan menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat abu vulkanik. (kom)


