WARTALENTERA-Hari ketiga pencarian korban KMP Tunu Pratama Jaya masih nihil, Jumat (4/7/2025). Pencarian korban tenggelamnya KMP Tunu kembali dilanjutkan oleh tim search and rescue (SAR) gabungan Bali pada hari keempat, Sabtu (5/7/2025), dengan area pencarian diperluas ke arah timur dan selatan dari Pelabuhan Gilimanuk menuju kawasan Pebuahan.
Pencarian kembali melibatkan unsur laut dan udara, dengan cakupan area yang lebih luas. Pencarian udara difokuskan ke arah timur sejauh kurang lebih 141 nautical mile, sementara jalur laut mencakup sekitar 269 nautical mile.
Kepala Basarnas Bali I Nyoman Sidakarya mengatakan, pencarian hari ini dengan area yang sudah diperluas dilakukan dengan melibatkan sekitar 200 personel gabungan. “Pencarian korban di hari keempat ini ada perluasan. Untuk personel juga ada tambahan dan diposisikan ke pantai Pebuahan area banyak korban ditemukan di hari pertama. Sekaligus untuk memberikan konfirmasi kepada masyarakat jika menemukan korban langsung diinfokan ke posko,” jelas Nyoman Sidakarya, Sabtu (5/7/2025).
Sebelumnya, pencarian pada hari ketiga setelah insiden, Jumat (4/7/2025) di Selat Bali tidak membuahkan hasil. “Pencarian kemarin di Gilimanuk nihil, meski dalam operasi SAR ini ada helikopter air Bali untuk satu setengah jam pencarian. Untuk pencarian pihak laut menggunakan RIB termasuk drone untuk pemantauan dari udara sampai dengan sore kemari. Namun, tetap korban tidak ditemukan,” paparnya panjang lebar.
Ia menambahkan, kondisi cuaca menjadi salah satu kendala dalam proses pencarian. “Kalau mengenai faktor cuaca memang ada, seperti angin dan sempat hujan juga dan arus lautnya benar-benar kuat kemarin,” tambahnya.
Pencarian untuk korban kapal tenggelam sudah dibagi masing-masing dengan beberapa titik koordinat, ada sekitar delapan lokasi untuk pencarian dari laut. Tim SAR berharap pada pencarian hari keempat ini, korban KMP Tunu Pratama Jaya bisa seluruhnya ditemukan.
Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Laksamana Muda TNI Ribut Eko Suyatno, menambahkan, bahwa jarak pandang yang sebelumnya mencapai 10 kilometer kini hanya tersisa 3 kilometer. Selain itu, gelombang laut yang semula berkisar antara 0,5 hingga 1,2 meter meningkat antara 2 hingga 2,5 meter.
“Belum ada data tambahan korban yang ditemukan di hari kedua pencarian oleh tim SAR gabungan,” kata Eko dalam konferensi pers di Posko SAR Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi, Jumat kemarin. Kendati demikian, jumlah korban selamat pada hari tersebut bertambah satu menjadi 30 orang.
Penambahan ini bukan hasil evakuasi, melainkan berasal dari verifikasi ulang data korban. Ternyata, dua nama yang sebelumnya dianggap satu orang, yakni Wahyudi dan Tri Wahyudi, adalah individu berbeda.
“Dalam waktu berjalan sepanjang hari ini, kami melakukan rekonfirmasi ulang terhadap miss data yang terjadi terhadap dua nama atas nama Wahyudi dan Tri Wahyudi,” lanjutnya.
Ternyata setelah dilakukan rekonfirmasi ulang, yang bersangkutan adalah dua orang yang berbeda. Diketahui, Wahyudi merupakan warga Gilimanuk, Bali, yang langsung dijemput keluarganya begitu selamat dari kejadian dan tidak sempat melapor ke tim pencari.
“Saat ia selamat, langsung dijemput pihak keluarga dan kembali ke rumah. Bahkan kami melakukan video call untuk memastikan,” jelas Eko.
Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia masih tetap enam orang. Dengan demikian, total korban yang sudah ditemukan mencapai 36 orang dari total 65 orang di kapal, sedangkan 29 penumpang lainnya masih dalam pencarian.
“Bahwa korban yang berhasil kita evakuasi sebanyak 36 orang, dengan komposisi 30 orang dalam keadaan selamat,” pungkas Eko. (sic)


