warta lentera great work
spot_img

IBD Bisa Sembuh dengan Perawatan Teratur

WARTALENTERA-Penyakit radang usus atau Inflammatory Bowel Disease (IBD) dapat disembuhkan dengan catatan pasien menjalani perawatan jangka panjang dan menghindari faktor pemicu kekambuhan. Hal ini disampaikan oleh Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Kencana, Dr. dr. Hasan Maulahela, Sp.PD-KGEH.

Dalam sebuah diskusi daring, dr. Hasan menjelaskan bahwa target utama dari pengobatan IBD adalah mencapai remisi, yaitu kondisi saat gejala penyakit menghilang sepenuhnya. “IBD secara umum memang targetnya adalah istilah kita remisi namanya. Remisi itu kalau di bahasa awamnya ya sembuh secara total. Tapi memang biasanya butuh maintenance, tetap,” ujarnya, Selasa (20/5/2025).

Tak Hanya Menyerang Usus, IBD Bisa Menyebar ke Organ Lain

Menurut Hasan, IBD bukan hanya menyerang usus, tetapi juga bisa mempengaruhi organ lain seperti sendi. Oleh karena itu, pengobatan harus dilakukan secara menyeluruh dan disertai penghindaran terhadap faktor pencetus kekambuhan. “IBD perlu disembuhkan secara optimal dan menghindari faktor pemicu kekambuhan,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya pengobatan berkelanjutan, baik melalui obat-obatan maupun tindakan operasi jika diperlukan. Operasi biasanya dilakukan pada kasus IBD yang menimbulkan penyumbatan atau penyempitan usus yang tidak bisa ditangani dengan endoskopi.

Risiko Kanker Jika Tidak Diobati dengan Baik

Dr. Hasan memperingatkan bahwa jika peradangan akibat IBD tidak dikendalikan dengan baik, ada risiko serius berupa kanker usus besar atau kanker kolon yang dapat mengancam jiwa. “Kalau peradangannya tidak terkendali, dalam jangka waktu yang lama, puluhan tahun, ada risiko meningkat untuk menjadi kanker kolon misalnya. Tapi itu pada kasus-kasusnya memang tidak terkendali sama sekali ke peradangan ususnya,” jelasnya.

Penyebab IBD: Autoimun, Lingkungan, hingga Makanan

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penyebab IBD bersifat multifaktor. Salah satunya adalah gangguan autoimun yang membuat sistem kekebalan tubuh menyerang organ sendiri. Namun, bukan hanya faktor internal, lingkungan yang kurang bersih, pola makan yang tidak sehat, dan faktor genetik juga berperan dalam memicu IBD.

IBD Meningkat pada Anak-anak

Hasan turut menyampaikan kekhawatirannya atas peningkatan kasus IBD pada anak-anak. Ia menilai, pola konsumsi makanan anak saat ini yang tinggi lemak dan kurang sehat turut memicu perkembangan penyakit ini di usia dini. “IBD itu sekarang juga meningkat prevalensinya pada anak-anak, itu jadi concern kita, karena makanan anak-anak sekarang juga kan udah macam-macam segala bervariasi,” katanya.

Pencegahan: Pola Hidup Sehat adalah Kunci

Sebagai langkah pencegahan, dr. Hasan menyarankan masyarakat untuk mulai menerapkan pola makan sehat, mengonsumsi makanan bergizi, serta rutin berolahraga. Pola hidup sehat dapat membantu menekan risiko infeksi dan memperparah kondisi bagi penderita IBD. (kom)

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular