warta lentera great work
spot_img

Insiden Pesawat Latih FASI Jatuh, Mantan Kadispenau Marsma TNI Fajar Adriyanto Meninggal Dunia

Baru terbang 15 menit langsung hilang kontak.

WARTALENTERA-Insiden pesawat latih FASI (Federasi Aero Sport Indonesia) jatuh, mantan Kadispenau (Kepala Dinas Penerangan TNI AU) Marsma TNI Fajar Adriyanto meninggal dunia. Pesawat latih Microlight Fixedwing Quicksilver GT500 dengan register PK-S126 jatuh di Ciampea, Bogor, Jawa Barat, Minggu (3/8/2025).

Kadispenau, Marsma TNI I Nyoman Suadnyana mengatakan, pesawat itu terbang dari Landasan Udara (Lanud) Atang Sendjaja pada pukul 09.08 WIB. Tak sampai 15 menit mengudara, pesawat mengalami hilang kontak.

“Pukul 09.19 WIB, pesawat mengalami hilang kontak dan ditemukan jatuh di sekitar TPU Astana,” ucap Suadnyana, dikutip Senin (4/8/2025). Di dalam pesawat itu, Marsma Fajar bertindak sebagai pilot dan Roni sebagai co-pilot.

Keduanya sempat dievakuasi usai kecelakaan, namun nyawa Fajar tak terselamatkan. “Marsma TNI Fajar dinyatakan meninggal setibanya di rumah sakit,” tuturnya.

Suadnyana menyampaikan, Roni yang terbang sebagai co-pilot saat ini masih dirawat secara intensif di RSAU dr. M. Hassan Toto dan sudah sadar. Kegiatan yang dilakukan keduanya merupakan bagian dari latihan rutin pembinaan kemampuan personel FASI, induk olahraga dirgantara nasional yang berada di bawah binaan TNI AU.

Penerbangan juga telah dilengkapi Surat Izin Terbang (SIT) nomor SIT/1484/VIII/2025 yang diterbitkan Lanud Atang Sendjaja. “Pesawat dinyatakan layak terbang dan merupakan sortie kedua pada hari itu,” ucapnya.

Suadnyana menuturkan, TNI AU menyampaikan duka cita yang mendalam atas peristiwa ini. Ia juga menyebut, keteladanan dan pengabdian Fajar merupakan inspirasi bagi generasi penerus.

“Semangat, keteladanan, dan pengabdian beliau akan senantiasa menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam menjaga langit Indonesia,” kenangnya.

Tangis Keluarga Pecah

Putra Marsekal Pertama (Marsma) TNI Fajar Adriyanto, Akmal Fadhillah Kusuma, tiba di rumahnya di Kompleks TNI AU Triloka, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Minggu (3/8/2025) sore. Ia datang hanya dengan membawa satu tas ransel hitam yang disampirkan di pundaknya.

Mengenakan kemeja cokelat dan celana hitam, Akmal langsung memeluk sang ibu yang telah menunggu kedatangannya sejak pagi. Mereka berpelukan cukup lama sebelum akhirnya masuk ke dalam rumah dengan pendampingan sejumlah kerabat.

Sementara itu, putra sulung Marsma Fajar bernama Naufal Firdaus diperkirakan tiba di Jakarta sekitar pukul 22.00 WIB. Baca juga: TNI AU Sebut Marsma Fajar Adriyanto Gugur Saat Latihan Rutin Ia masih akan menjalani perawatan hingga pulih sepenuhnya. Sementara itu, penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan mendalam dan diperkirakan akan memakan waktu yang cukup lama.

Saat ini jenazah Marsma Fajar disemayamkan di rumahnya di Kompleks TNI AU Triloka, Pancoran, Jakarta Selatan. Ia akan dimakamkan hari ini di pemakaman keluarga di Probolinggo, Jawa Timur.

Sementara itu, mantan Panglima TNI Hadi Tjahjanto turut mengenang sosok Marsma TNI Fajar Adriyanto. Hadi menyebut Fajar merupakan prajurit kebanggaan yang berprestasi.

“Yang bersangkutan adalah penerbang tempur, penerbang F-16 kebanggaan kita semua,” kata Hadi kepada wartawan, dikutip Senin (4/8/2025). Menurut Hadi, Fajar juga merupakan sosok perwira yang sangat disiplin dan tekun.

Di dalam berinteraksi, Fajar dikenal sebagai sosok yang menghargai seniornya. “Selalu mau mendengarkan apabila seniornya ini memberikan gambaran-gambaran, instruksi-instruksi kepada yang bersangkutan,” kenangnya.

Ia juga menyebut bahwa Fajar merupakan sosok yang komunikatif. Ia mengenang bagaimana Fajar langsung membalas pesan WhatsApp apabila dimintai informasi.

“Kami sangat kehilangan dengan sosok yang sangat komunikatif, saling bertegur sapa, dan selalu kalau kita WA tidak ada, ya kita minta informasi, tidak sampai satu menit pasti membalas,” paparnya.

Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) itu pun mengaku baru satu pekan lalu berinteraksi dengan Fajar. Ia menceritakan bagaimana Fajar dilibatkan dalam membuat film berjudul Kadet 47.

Film Kadet 47, kata dia, merupakan film motivasi yang direalisasikan Fajar. Film itu menceritakan bagaimana prajurit TNI AU berjuang membela negara.

“Direalisasikan oleh Pak Fajar dan itu adalah memberikan motivasi kepada juniornya bagaimana kita berjuang membela negara melalui Angkatan Udara, itu dengan contoh pada waktu 47 para kadet itu melakukan pengeboman di Salatiga dan Ambarawa,” imbuhnya. (sic)

 

 

 

 

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular