WARTELENTERA – Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumatera Utara mencatat bahwa seluas 422 hektare lahan terdampak akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kabupaten Padang Lawas, Provinsi Sumatera Utara.
Laporan sementara yang diterima di Medan pada Minggu (20/7/2025) menyebutkan, kebakaran terjadi di tiga kecamatan berbeda, yakni Kecamatan Sihapas Barumun, Kecamatan Barumun, dan Kecamatan Aek Nabara Barumun pada 18–19 Juli 2025.
Kebakaran paling luas tercatat terjadi di Desa Gulungan, Kecamatan Sihapas Barumun, yang menghanguskan sekitar 400 hektare lahan. Sementara di Desa Sibuhuan, Kecamatan Barumun, luas lahan terdampak mencapai 2 hektare.
Adapun di Desa Marenu, Kecamatan Aek Nabara Barumun, api membakar sekitar 20 hektare lahan. Sri Wahyuni Pancasilawati, Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumatera Utara, menjelaskan bahwa data yang dihimpun masih bersifat sementara. Ia juga memastikan bahwa tidak ada korban jiwa, luka-luka, maupun pengungsi akibat kejadian ini. “Jumlah pengungsi, korban luka-luka, dan meninggal dunia, berdasarkan laporan yang diterima nihil,” ujar Sri Wahyuni, yang akrab disapa Yuyun.
Ia menambahkan bahwa berbagai upaya penanganan terus dilakukan oleh pemangku kebijakan terkait, dan saat ini proses pemadaman api masih terus berlangsung.
Pihak BPBD Sumut bekerja sama dengan aparat daerah dan relawan untuk melakukan pengendalian agar kebakaran tidak semakin meluas, mengingat cuaca panas dan kondisi angin kerap memperparah situasi di lapangan. (kom)


