warta lentera great work
spot_img

Kena Krisis, 111 Karyawan Bridgestone di Belgia Kena PHK

Bagaimana nasib pabrik di Indonesia?

WARTALENTERA-Krisis keuangan yang dihadapi Bridgestone dipastikan akan berujung pada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Sebanyak 111 karyawan pabrik di Lanklaar, Belgia akan dirumahkan akibat penutupan pabrik yang dilakukan produsen ban asal Jepang, Bridgestone Corp.

Penutupan pabrik rencananya akan dilakukan semester pertama 2025 mendatang akibat masalah profitabilitas. Melansir media Jepang Nippon, Selasa (28/1/2025), penutupan pabrik di negara tersebut adalah bagian dari upaya Bridgestone untuk merestrukturisasi operasinya di Eropa yang tengah menghadapi masalah profitabilitas.

Perusahaan mengaku bahwa pihaknya telah menginformasikan rencana penutupan pabrik yang dijalankan oleh anak perusahaan Bridgestone, Bandag Europe NV tersebut kepada 111 karyawan. “Bridgestone berencana untuk memberi mereka dukungan yang diperlukan setelah keputusan resmi untuk menutup pabrik tersebut dibuat,” tulis laporan Nippon, dikutip Selasa (28/1/2025).

Sementara itu, media Belgia VRT NWS melaporkan, perusahaan bidang produksi ban bus dan truk ini mengambil langkah penutupan pabrik akibat biaya produksi yang tinggi dan penjualan menurun. Manajemen perusahaan mengklaim bahwa saat ini permintaan suku cadang ban bus dan truk kepada pihaknya menurun lebih dari sepertiganya di Eropa, terutama akibat banyaknya impor produk yang lebih murah dari Asia Timur.

“Hal ini mengakibatkan kelebihan kapasitas produksi secara signifikan dan meningkatnya biaya produksi yang tidak kompetitif, yang semakin meningkat karena tingginya harga energi dan inflasi. Perusahaan sekarang memulai prosedur informasi dan konsultasi dengan maksud untuk menutup pabriknya di Lanklare sekitar paruh pertama tahun 2025,” tulis Bandag, dalam keterangannya.

Bridgestone di Indonesia

Sementara itu, Bridgestone di Indonesia sepertinya masih akan baik-baik saja. Belum lama ini, Deputy Head of OE Sales Bridgestone Tire Indonesia, Fisa Rizqiano, pihaknya justru tengah memproduksi ban dengan profil khusus untuk Wuling Air ev atau mobil listrik mikro lainnya.

Terobosan tersebut mendapat sambutan positif. “Penjualan kita lumayan itu, apalagi mereka ada komunitas. Aktualnya saya perlu cek lagi, tapi terakhir saya lihat sudah ada sekitar seribuan,” ujar Fisa kepada wartawan.

Produk yang dimaksud adalah Ecopia EP150 12-inci yang dikembangkan menggunakan teknologi milik Bridgestone, berupa pencampuran kompon Nano Pro-tech yang memperkuat ikatan antara silika dan polimer. Ecopia EP150 dengan ukuran paling mungil tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif bagi para pemilik Wuling Air ev atau mobil listrik dengan profil ban serupa.

Selain itu, memudahkan dalam ketersedian suku cadang fast moving.
Karena hal tersebut, diakui Fisa pihaknya juga mulai melakukan studi beberapa model-model mobil listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV) di Indonesia agar dapat menyediakan beragam ukuran yang sesuai.

“Seperti yang rekan-rekan ketahui produsen mobil listrik saat ini menggunakan ban CKD yang diimpor. Selain itu market EV tahun ini mungkin bisa sampai 8 persen ini peluang dan memiliki potensi,” paparnya.

Fisa juga bilang, Bridgestone akan secara bertahap mempersiapkan ban khusus mobil listrik yang saat ini baru tersedia di pasar luar negeri. Juga kemungkinan menjadi pemasok resmi untuk beberapa pabrikan di dalam negeri.

“Kita ke OEM (Original Equipment Manufacturer) belum. Tetapi, intinya kita sudah pernah sugest istilahnya,” tuntasnya. (sic)

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular