WARTALENTERA – Konser amal 100 CTFP (100 Celebrities Talk for Para Athletes) – Card of Honor Indonesia 2026, sukses digelar di Jakarta dengan konsep zero budget. Konser amal yang sarat makna dan empati ini dihadiri lebih dari 120 penyandang disabilitas.
Sekretaris Jenderal ASEAN Para Sports Federation (APSF), Mayor Jenderal Dr. Wandee Tosuwan, menyampaikan apresiasi mendalam saat membuka acara tersebut.
“Suatu kehormatan bagi saya untuk menyampaikan pidato pembukaan pada acara International 100 CTFP Card of Honor Indonesia 2026, dikelilingi oleh hati yang tulus dari para pendukung Indonesia yang luar biasa, yang cinta dan dukungannya mengangkat para atlet paralimpik dan menyatukan komunitas ASEAN,” katanya saat membuka konser amal yang digelar di Hotel Sari Pacific Jakarta, Sabtu (31/1/2026).
Ia juga menyatakan kekagumannya terhadap konsep konser amal ini dan berkomitmen untuk menyebarkannya ke tingkat regional khususnya ke paralimpik komite di Asia Tenggara.
Program 100 CTFP (Celebrities Talk for Para athletes) merupakan gagasan Natalia Tjahja, pendiri Maria Monique Last Wish Foundation (MMLWF), dan menjadi program kemanusiaan ke-18 yayasan tersebut.
“Semua sudah diatur Tuhan. Ital Auto Singapore dipilih sebagai tempat peluncuran pertama 100 CTFP di dunia pada 11 Juli 2025, bersama Dr. Wandee Tosuwan, Dr. Teo Koh Sock Miang (Presiden National Paralympic Council Singapore), dan Bapak Suryo Pratomo, mantan Duta Besar Indonesia untuk Singapura,” ujar Natalia.
Konser amal 100 CTFP dihadiri 120 para remaja penyandang disabilitas. Ada diantara mereka yang turut mengisi acara seperti Giti, Hawa, Moreno, Gwen, dan Dennis.
Dennis, remaja tunanetra yang bermain piano mengiringi Gwen dan Moreno, menyampaikan kesannya.
“Lewat acara ini, MMLWF bisa menjadi berkat bagi atlet difabel dan banyak orang,” ujar Dennis.
Acara dibuka dengan Tari Saman persembahan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, dilanjutkan dengan seluruh hadirin berdiri menyanyikan Indonesia Raya serta lagu Anthem APSF ciptaan Natalia Tjahja.
Penampilan turut dimeriahkan oleh Andrigo, Yoan, Gracia Jonwillin, Fryda Lucyana, Ita Purnamasari, dan Dwiki Dharmawan. Di penghujung acara, seluruh hadirin memberikan kejutan ulang tahun kepada Rahayu Kertawiguna, pemilik Nagaswara, dengan menyanyikan lagu Happy Birthday.
Dalam kesempatan tersebut, Natalia menyerahkan lukisan karya pelukis dunia asal Jepang Maki Starfield kepada Harnoto Darsono, Ketua Umum Perkumpulan Insan Maritim Andalan Indonesia (PIMA), sebagai penanda dibukanya 100 CTFP Jepang untuk mendukung Asian Para Games 2026 Aichi–Nagoya. Lukisan serupa juga diberikan kepada keluarga Dwiki Dharmawan.
“Kebudayaan dan olah raga sangat berperan penting dalam kehidupan bangsa kita. Selain mampu menjalin harmoni dan persatuan, juga dapat membentuk karakter dan jati diri bangsa” ujar Fryda Lucyana yang selain dikenal sebagai artis penyanyi, saat ini tengah menjabat sebagai Inspektur Jenderal, Kementerian Kebudayaan RI. Dengan ketulusan hatinya, Fryda turut mendukung konser amal ini.(inx)


