WARTALENTERA – Konser DAY6 yang berlangsung akhir pekan lalu di Jakarta menuai beragam kritik dari para penggemarnya. Terkait kekacauan tersebut, pihak promotor, Mecimapro, secara resmi mengunggah permohonan maaf melalui laman Instagram @mecimapro.
Pernyataan ini datang setelah para penggemar DAY6 atau MyDay Indonesia menyerukan protes besar-besaran atas pelaksanaan konser DAY6 pada 3 Mei 2025 di Stadion Madya Gelora Bung Karno yang dianggap tidak profesional dan kacau.
Kritikan bahkan sudah datang sejak lima bulan sebelumnya, dimulai dari penjualan tiket, lanjut ke perubahan venue yang semula dijanjikan digelar di Jakarta International Stadium (JIS) kemudian dipindah ke Stadion Madya Gelora Bung Karno.
Kritikan terus berdatangan seiring dengan permasalahan yang bermunculan, mulai dari venue yang terbuka sehingga rawan akan gangguan cuaca, opsi pengajuan pengembalian dana pembelian tiket yang tak beres melalui laman mereka.
Masalah juga terjadi ketika promotor tak mengirimkan data nomor tempat duduk dan antrean penonton konser kepada tiket.com sehingga perusahaan layanan pemesanan tiket itu memutuskan untuk langsung membatalkan semua tiket yang dibeli melalui mereka.
Sebagian dari penggemar juga berkumpul di sekitaran venue pada Sabtu (3/5/2025) dan menggelar aksi protes kepada promotor terkait kebijakan penyelenggaraan konser. Aksi tersebut terus berlanjut hingga malam saat konser digelar.
Hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi pada hari itu, menambah keruwetan konser DAY6 di Jakarta. Berbagai kekacauan tersebut pun viral di media sosial hingga trending topic dan agensi yang menaungi DAY6, JYP Entertainment, meminta maaf.
Permohonan maaf Mecimapro diunggah dalam tiga bahasa yakni bahasa Inggris, Indonesia dan Korea. Dalam tulisan tersebut, Mecimapro menyampaikan permintaan maaf kepada member band asal Korea tersebut dan JYP Entertainment atas ketidaknyamanan yang terjadi selama acara konser berlangsung.
“Dengan penuh penyesalan kami menyadari bahwa kami belum mampu memenuhi standar yang semestinya Anda terima. Kami bertanggung jawab penuh atas hal tersebut,” tulis Mecimapro.
Sebelumnya, kekacauan konser DAY6 banyak diunggah My Day (sebutan penggemar DAY6) di media sosial yang memperlihatkan mulai dari tenda yang rusak dan bocor karena hujan deras, hingga penukaran tiket yang dilakukan pada saat hari konser dan menyebabkan antrean panjang tak terhindarkan.
Selain itu, akibat hujan peralatan musik dan panggung yang akan dipakai DAY6 juga mengalami beberapa kendala sehingga konser tidak berjalan lancar dan menimbulkan kekecewaan besar yang dirasakan penggemar.
“Ini bukanlah pengalaman yang kami harapkan untuk Anda alami dan kami memahami rasa kecewa serta ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Untuk itu, kami segera mengambil langkah-langkah perbaikan agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” katanya.
Dalam proses ini, Mecimapro mengaku sudah berdiskusi dengan Asosiasi Promotor Musik Indonesia (APMI), serta perwakilan pemerintahan dan kementerian, juga pihak berwenang terkait untuk mendapatkan masukan dan arahan.
Mecimapro pun menerima kritik yang disampaikan penggemar dan berjanji akan memperbaiki kesalahan serta berupaya mengembalikan kepercayaan penikmat konser di masa mendatang. (inx)


