warta lentera great work
spot_img

Korban Meninggal Kapal Karam KM Tiga Putra Bertambah Satu, Total Delapan Orang Tewas

Pemilik kapal, nahkoda, dan Anak Buah Kapal (ABK) sudah ditahan di Polresta Bengkulu.

WARTALENTERA-Korban meninggal dalam kecelakaan karamnya kapal wisata dengan destinasi Pulau Tikus, Bengkulu, KM Tiga Putra, bertambah satu menjadi delapan orang. Kini, pemilik kapal menghadapi persoalan hukum.

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menyatakan, kejadian tenggelamnya KM Tiga Putra, kapal wisata destinasi Pulau Tikus Kota Bengkulu, yang menyebabkan delapan penumpang meninggal dunia sudah masuk proses hukum. “Tadi Kapolres sudah menyampaikan, beliau sudah melakukan langkah-langkah hukum yang harus dilakukan sebagai penegak hukum,” kata Gubernur Bengkulu Helmi Hasan di Bengkulu, dikutip Selasa (13/5/2025).

Ia menyebut, akan ada konsekuensi hukum ketika ada kejadian yang membahayakan keselamatan seperti tenggelamnya kapal wisata ke destinasi Pulau Tikus itu. “Kemudian ketika ada kesalahan yang dilakukan oleh siapapun di Republik ini, tentu ada tindakan-tindakan hukum yang akan dilakukan, dan tentu saja hal seperti ini tidak boleh terulang kembali,” ucapnya.

Kepolisian Resort Kota (Polresta) Bengkulu melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) terhadap kapal yang membawa 104 penumpang, wisatawan, nakhoda termasuk anak buah kapal (ABK) yang karam di perairan Pantai Malabero, Kota Bengkulu pada Minggu (11/5/2025) sore. Olah TKP tersebut dilakukan oleh tim Inafis Polresta Bengkulu, kemarin, sekaligus memasang garis polisi di kapal wisata Tiga Putra tersebut.

Pada olah TKP yang dilakukan, personel melakukan pengukuran terhadap kapal guna memastikan berapa panjang dan lebar kapal yang ditumpangi oleh 104 orang tersebut. Sebelum dilakukan olah TKP, Personel Polresta Bengkulu membawa pemilik jasa perjalanan sekaligus nakhoda serta lima anak buah kapal (ABK) kapal nahas itu untuk pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut.

Sebelumnya, korban meninggal dunia akibat tenggelamnya kapal wisata Tiga Putra di perairan laut pantai Malabero, Kota Bengkulu, Minggu (11/5/2025) bertambah menjadi delapan orang. Satu korban tambahan yang dinyatakan meninggal dunia yaitu Silvia Alvionita (27) warga Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, setelah mendapatkan perawatan di ruang ICU Rumah Sakit Bhayangkara Kota Bengkulu.

“Ya benar, korban meninggal sekitar jam 20.30 malam tadi,” kata Wakil Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Kota Bengkulu Dokter Debby. Ia menyebut bahwa korban sejak dievakuasi hingga dibawa ke rumah sakit dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Tujuh orang korban lain yang dinyatakan meninggal dunia yaitu:

  1. Riska Nurjanah (28) asal Lubuk Linggau, Sumatera Selatan.
  2. Ratna Kurniati (28) warga Kota Bengkulu.
  3. Tesya (20) warga Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu.
  4. Nesya (27) warga Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu.
  5. Arva Richi Dekry (29) warga Padang Utara, Provinsi Sumatera Barat.
  6. Yuni Saputri warga Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu.
  7. Suwantra yang merupakan warga Kabupaten Muaro Bungo, Provinsi Jambi.

Seperti diberitakan sebelumnya, kapal tersebut mengangkut sebanyak 104 penumpang yang terdiri dari 98 wisatawan yang ingin berkunjung ke Pulau Tikus, satu nahkoda dan lima anak buah kapal (ABK). Kapal yang mengangkut wisatawan ke pulau tikus itu tenggelam di perairan laut pantai Malabero Kota Bengkulu, Minggu (11/5/2025), sekitar pukul 16.00 WIB.

Berdasarkan informasi yang diterima, peristiwa tersebut bermula saat wisatawan tersebut pulang dari Pulau Tikus menuju ke kota Bengkulu, namun saat di perairan laut Malabero, kapal yang ditumpangi mengalami mesin mati. Setelah mesin mati, kapal tersebut di terjang ombak yang kencang, sehingga kapal wisatawan mengalami kebocoran sehingga tenggelam. (sic)

 

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular