warta lentera great work
spot_img

KPK Sita Uang Tunai Senilai Rp900 Juta dari OTT Banten

Belum termasuk OTT Bekasi dan Kalsel.

WARTALENTERA-KPK sita uang tunai senilai Rp900 juta dari OTT Banten. “Tim juga mengamankan barang bukti sejumlah uang dalam bentuk tunai sekitar Rp900 juta,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih, Jakarta, dikutip Jumat (19/12/2025).

Budi menuturkan tim penindakan KPK menangkap total sembilan orang dalam operasi senyap tersebut. Terdiri dari satu orang jaksa, dua orang pengacara, dan enam lain dari pihak swasta.

“Saat ini para pihak yang diamankan masih dilakukan pemeriksaan secara intensif di dalam. Nanti perkembangannya seperti apa, status hukumnya bagaimana, termasuk kronologi, konstruksi perkara, nanti kami akan sampaikan secara lengkap pada kesempatan berikutnya,” ungkapnya.

Diduga, OTT ini berkaitan dengan dugaan pemerasan warga negara asing (WNA) oleh jaksa yang bekerja di wilayah Banten. Namun, keterangan resmi belum dikeluarkan KPK.

Berdasarkan ketentuan hukum acara pidana, KPK mempunyai waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang tertangkap tangan tersebut. Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tangerang buka suara perihal adanya isu salah satu jaksanya yang diduga terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kepala Subseksi II Intelijen Kejari Kabupaten Tangerang, Ilham Maulidy membenarkan adanya isu OTT KPK yang menangkap Jaksa dari Kejari Kabupaten Tangerang. “Jadi memang ada beberapa berita yang menyampaikan bahwa ada OTT yang menyangkut beberapa anggota khususnya Kejari Kabupaten Tangerang, namun kami masih mencari kebenarannya,” aku Ilham, kemarin.

Meski demikian, kata Ilham, pihaknya belum dapat memastikan informasi tersebut. Menurutnya, pejabat Kejari Kabupaten Tangerang masih menelusuri informasi sosok jaksa yang terjaring OTT KPK tersebut.

“Karena kami juga sampai dengan saat ini belum mengetahui asal-muasalnya apa dan siapa,” tuturnya.

Tak hanya di wilayah Banten, sejumlah jaksa di Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara (Kejari HSU), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) juga dikabarkan terciduk dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun, penyidik KPK masih menutup rapat informasi itu.

Wakil Ketua KPK Fitroh Rochayanto tak memberi konfirmasi atau pun penyangkalan atas kabar tersebut. Fitroh hanya meminta awak media menanti kabar lebih lanjut. “Sabar,” kata Fitroh kepada wartawan di Jakarta, Kamis (18/12/2025) malam.

Informasi yang didapat, OTT di Kabupaten HSU berdekatan dengan KPK yang mengungkapkan hasil OTT yang menjerat oknum jaksa di Banten pada Rabu (17/12/2025). KPK menyita uang tunai senilai ratusan juta dalam operasi senyap itu.

Tak hanya itu, KPK juga dikabarkan melakukan OTT terhadap Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang. Ade adalah OTT ketiga yang dilakukan aparat penegak hukum itu pada hari yang sama di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

“Benar, salah satunya,” ujar Budi kepada para jurnalis. Dia membenarkan, penyidik menangkap 10 orang dalam OTT yang berlangsung hingga pukul 21.00 WIB, kemarin. (sic)

 

 

 

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular