warta lentera great work
spot_img

Lagi, BGN Suspend SPPG: 9 Gara-gara Kelapa Utuh dan 2 Lainnya karena Telat Kirim Menu MBG

WARTALENTERA – Badan Gizi Nasional (BGN) kembali melakukan suspend atau penghentian sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kali ini, ada sembilan SPPG di Gresik yang kena suspend, dan dua lainnya di Sulawesi Selatan (Sulsel).

Operasional sembilan SPPG di Gresik dihentikan karena memberikan kelapa utuh sebagai bagian dari menu MBG. Sedangkan dua SPPG di Sulsel menerima sanksi tersebut karena terlambat mengirimkan menu MBG kepada penerima manfaat.

Terkait pemberian kelapa utuh, Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menyayangkan keputusan para pengelola SPPG tersebut yang dinilai mengabaikan polemik serupa yang sebelumnya sudah menjadi perhatian publik.

“Pemberian kelapa utuh sebelumnya sudah menjadi perhatian publik di beberapa daerah. Seharusnya hal itu menjadi pembelajaran bagi seluruh pengelola SPPG agar lebih berhati-hati dalam menentukan menu yang diberikan kepada penerima manfaat,” ujar Nanik dalam keterangan yang dikutip Senin (16/3/2026).

Nanik secara tegas menolak alasan yang menyatakan bahwa menu tersebut diberikan atas permintaan penerima manfaat tidak dapat dijadikan pembenaran. Setiap SPPG, kata Nanik, tetap wajib mengikuti standar menu dan pedoman operasional yang telah ditetapkan dalam program MBG.

Nanik menambahkan bahwa pihaknya juga memerintahkan agar kepala SPPG yang terlibat diberikan tindakan disipliner dengan memberikan SP 1 atau rotasi karena sebagai pimpinan tidak mengikuti berita sehingga kejadian serupa terulang.

Sementara itu, Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, Albertus Dony Dewantoro, mengatakan bahwa mulai 14 Maret 2026, kesembilan SPPG tersebut telah berhenti beroperasional sementara.

Adapun sembilan SPPG di Gresik yang kena suspend tersebut meliputi Sidayu Ngawen; Sidayu Wadeng; Dukun Wonokerto; Dukun Lowayu; Dukun Sembungan Kidul; Dukun Tebuwung; Ujungpangkah Glatik; Balongpanggang Pucung; dan Sidayu Sidomulyo.

Di Sulsel, SPPG Kota Makassar Biringkanaya Sudiang 2 dan SPPG Pangkajene dan Kepulauan Bungoro Samalewa 1, kena suspend terkait distribusi MBG yang molor hingga malam hari dan menjadi sorotan publik di media sosial.

Penghentian sementara operasional kedua SPPG tersebut berlaku mulai 16 Maret 2026 hingga batas waktu yang belum ditentukan sembari menunggu hasil investigasi lebih lanjut.

Langkah ini diambil setelah BGN menerima laporan pengaduan serta melakukan investigasi awal terhadap dugaan kelalaian dalam proses Quality Control (QC) dan kesiapan operasional distribusi di lapangan.

Hasil pemantauan menunjukkan adanya ketidaksiapan bahan baku serta proses pengemasan yang tidak berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Kondisi tersebut berdampak pada keterlambatan distribusi paket MBG kepada sejumlah sekolah penerima manfaat, bahkan pada salah satu kejadian distribusi baru dilakukan hingga malam hari.

“Program MBG adalah program strategis negara yang menyangkut kepercayaan masyarakat. Karena itu setiap pelaksana di lapangan wajib menjalankan SOP secara disiplin, terutama dalam aspek keamanan pangan dan ketepatan distribusi,” terang Nanik menegaskan.

Menurut Nanik, kejadian keterlambatan distribusi hingga malam hari tidak boleh terulang karena berpotensi mengganggu kualitas pelayanan program kepada para siswa penerima manfaat.

Alasan ketidaksiapan bahan baku

Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah III BGN, Rudi Setiawan, menjelaskan bahwa investigasi awal menemukan adanya ketidaksiapan bahan baku dari pemasok yang berdampak pada proses pengemasan dan distribusi paket MBG kepada sekolah.

“Temuan awal menunjukkan proses pengendalian mutu serta persiapan distribusi belum dijalankan secara optimal, sehingga menyebabkan keterlambatan pengiriman paket MBG kepada penerima manfaat,” jelasnya.

Peristiwa tersebut sempat menjadi perhatian publik setelah video keluhan mengenai keterlambatan distribusi paket MBG diunggah di media sosial dan menyebar luas. Dalam salah satu kejadian, paket makanan bahkan tidak dapat diterima oleh sekolah pada hari yang sama karena distribusi dilakukan saat gerbang sekolah sudah ditutup.

BGN memastikan paket makanan yang tidak dapat disalurkan pada hari kejadian tidak didistribusikan kembali dalam kondisi yang berpotensi menurunkan kualitas. Sebagai gantinya, distribusi dilakukan kembali pada hari berikutnya dengan mengganti bahan makanan yang sudah tidak layak digunakan, sembari melakukan pembinaan dan evaluasi terhadap pengelolaan SPPG agar kejadian serupa tidak terulang. (inx)

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular