warta lentera great work
spot_img

Melek Transaksi Digital, 38,1 Juta UMKM Pakai QRIS per Triwulan I-2025

Kunci transformasi untuk bisa meningkatkan daya saing dan ketahanan usaha.

WARTALENTERA-Sebanyak 38,1 juta UMKM melek transaksi digital dan menggunakan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sebagai alat penerimaan pembayaran per triwulan I 2025. Hal itu diungkapkan Deputi Direktur Departemen Ekonomi Keuangan Inklusif dan Hijau BI atau Bank Indonesia Sri Noerhidajati.

“Hingga triwulan I 2025 pengguna QRIS Alhamdulillah sudah mencapai 56,3 juta dengan volume mencapai 2,6 miliar transaksi dan merchant QRIS ini sebagian besar adalah UMKM sebanyak 38,1 juta,” kata Sri Noerhidajati di Jakarta, dikutip Kamis (8/5/2025).

Dia menyatakan, bahwa digitalisasi merupakan kunci transformasi UMKM untuk dapat meningkatkan daya saing dan ketahanan usaha, di tengah perubahan zaman yang begitu cepat. UMKM tidak dapat berusaha dengan cara-cara yang lama.

Penggunaan teknologi, lanjutnya, mulai dari pemasaran daring hingga sistem pembayaran, telah terbukti meningkatkan efisiensi, memperluas jangkauan pasar, dan membuka peluang baru untuk pertumbuhan usaha. “Perluasan akses keuangan digital memperkuat inklusi ekonomi dan keuangan bagi pelaku UMKM. Melalui inovasi seperti QRIS, UMKM memperoleh kemudahan dalam bertransaksi dan masuk ke dalam sistem keuangan nasional. Dengan QRIS ini, transaksi UMKM yang terjadi dapat tercatat secara digital dan terstruktur,” bebernya.

Dia juga menambahkan, bahwa data transaksi yang terekam secara digital tersebut dapat berperan sebagai track record bagi bank untuk melihat bagaimana arus kas (cash flow) sehari-hari dari UMKM.

Dia juga menyebut, bahwa data tersebut dapat menjadi acuan bagi bank maupun lembaga pembiayaan lainnya untuk menilai kelayakan kredit UMKM, karena data tersebut bersifat kredibel dan real-time.

Pihaknya juga mendorong perluasan inklusi ekonomi dan keuangan UMKM melalui inovasi sistem pembayaran digital QRIS Tap yang baru diluncurkan pada Maret 2025 lalu. “Saat ini (QRIS Tap) masih diimplementasikan di beberapa merchant saja gitu ya. Nanti ke depan akan diperluas lagi,” sebutnya.

Selain melalui inovasi teknologi digital, dia menuturkan bahwa Bank Indonesia juga mendukung peningkatan inklusi keuangan UMKM melalui kemudahan akses pembiayaan.

Salah satunya adalah melalui pemberian Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) kepada bank yang berhasil mencapai target Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) minimal 5 persen. (sic)

 

RELATED
- Advertisment -
warta lentera beautiful day

PROFILE

Most Popular