WARTALENTERA – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding, meminta 301 pegawai negeri sipil (PNS) baru di kementeriannya untuk benar-benar fokus dalam menjalankan upaya pelindungan pekerja migran Indonesia.
“Kita memberikan satu pemantapan agar fokus pada bekerja untuk betul-betul melayani masyarakat pekerja migran ke depan yang dibangun atas kerja-kerja yang profesional, inovatif, terpercaya, responsif, dan seterusnya dengan istilah PROTEKSI,” ujar Menteri Karding saat memberikan pembekalan kepada para PNS baru di Jakarta, Senin (30/6/2025).
Karding menjelaskan bahwa para pegawai baru ini akan ditempatkan berdasarkan spesifikasi khusus dan dibekali pelatihan sesuai bidang penugasan masing-masing, seperti penempatan, pelindungan, hingga administrasi arsip.
“Kita latih mereka punya keahlian khusus di bidangnya masing-masing karena ini untuk menjembatani kekurangan kita yang masih terbatas jumlah pegawainya sebagai kementerian baru,” tambahnya.
Dalam pidatonya, Menteri Karding juga menekankan nilai-nilai penting yang harus dipegang oleh setiap pegawai melalui prinsip PROTEKSI, yakni:
- Empati terhadap pekerja migran yang sedang berjuang untuk hidup mereka dan keluarganya
- Integritas, dengan menolak sogok, suap, dan penipuan
- Responsif, dalam menangani aduan dan pelayanan cepat
- Inovatif, agar tidak terlena dalam kenyamanan sebagai PNS dan terus meningkatkan kualitas diri
“Karena yang dilayani adalah orang yang sedang berjuang mempertahankan hidup dirinya maupun keluarganya. Jadi jangan main-main,” tegas Karding.
Acara pembekalan tersebut juga dihadiri oleh Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, yang memberikan semangat kepada para PNS baru agar bekerja dengan motivasi baik dan penuh tanggung jawab. “Yang paling terpenting adalah, saya selalu bilang, kalian sepintar-pintarnya di manapun, ilmu pendidikan itu penting. Tapi ada yang lebih penting, yaitu ilmu kehidupan,” kata Raffi.
Ia juga mengingatkan bahwa para PNS merupakan pilar pelayanan publik dan pelaksanaan kebijakan negara, sehingga harus menjunjung tinggi nilai moral, menghindari korupsi, judi online, narkoba, dan tindakan yang mencoreng nama baik bangsa. “Karena kalian adalah pilar bangsa, pilar hati kalian itu harus kuat. Kalau kalian sudah menjadi PNS, kalian ini sudah menjadi wajah bangsa,” ujarnya.
Dengan arahan tersebut, diharapkan 301 pegawai baru Kementerian P2MI bisa menjadi penggerak utama dalam pelindungan pekerja migran Indonesia dengan mengedepankan profesionalisme, etika, dan semangat melayani. (kom)


